UniqMag

Pemkab Kutim Terapkan Simontepra Sejak 2016 untuk Monitor Seluruh Kegiatan OPD

berita terkini
Kepala Bagian Pembangunan Poniso Suryo Renggono (ist)

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) - Untuk mendorong penyerapan anggaran secara optimal di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bagian Pembangunan Sekertariat Kabupaten Kutai Timur (Setkab Kutim) sejak 2016 telah menerapkan  Sistem Monitoring Tim Evaluasi Penyerapan dan Realisasi Anggaran (Simontepra) secara digital dan online atau daring (dalam jaringan). 

 

Kepala Bagian Pembangunan Poniso Suryo Renggono menjelaskan, aplikasi ini bertujuan memudahkan pengawasan oleh Kepala Daerah atau pejabat tinggi di Kutim ke setiap OPD. Dalam penyerapan anggaran, mulai bantuan pusat, provinsi hingga percepatan kinerja.

"Dengan Simontepra, Bupati, Wakil Bupati, Seskab bisa melihat kondisi riil perkembangan laporan Dana Alokasi Khusus (DAK), Alokasi Dana Desa (ADD) dan laporan penyerapan anggaran lainnya secara cepat dan faktual, dari ruangan mereka masing- masing," ujar Poniso belum lama ini. 

Selain itu, aplikasi sistem ini diharapkan membantu pemangku kebijakan mengevaluasi tiap OPD berdasarkan hasil laporan yang sudah di input di Simontepra. Lebih lanjut pria berkacamata ini mengungkapkan sejak 2017 pihaknya telah melatih sumber daya manusia yang akan mefungsikan program itu ditiap OPD. Staf pengelolanya tidak harus Aparatur Sipil Negara ASN, bisa memanfaatkan tenaga kerja kontrak daerah (TK2D).

Sebelumnya, pada rapat koordinasi coffee morning Senin (14/5/2018) lalu, Poniso juga melaporkan, bahwa dari seluruh OPD dan kecamatan masih banyak yang belum melaporkan hasil penyerapan anggarannya.

"Tiap OPD diwakili satu orang untuk dilatih di Bappeda Provinsi Kaltim. Pelatihan gelombang pertama ini sebanyak 70 orang termasuk perwakilan dari kecamatan. "Dari 61 OPD termasuk kecamatan, baru 22 OPD yang menginput," terangnya. (hms7/Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Riko Sumanto
Berita Sebelumnya Pemkab Kutim Terus Waspadai Adanya Virus MERS COV
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda