UniqMag

Hujan Abu Gunung Merapi sampai ke Kawasan Borobudur

berita terkini
Para relawan membagikan masker kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak hujan abu merapi

MAGELANG, (suaraindonesia.co.id) - Gunung Merapi terus meletus dan menimbulkan dampak hujan abu di beberapa titik di Kabupaten Magelang. Letusan terakhir tercatat dengan tinggi kolom 6000 m, arah barat dengan durasi selama 4 menit dan terdengar dari Ngepos.

Informasi dari BPBD Magelang dan Pos PGM Ngepos, dampak dari letusan ini adalah terjadinya hujan abu di wilayah Magelang.

‘’Terutama di wilayah KRB II dan KRB III (Desa Keningar, Sumber, Dukun, Kalibening) dengan jangkauan abu mencapai 25 km sampai di wilayah Borobudur,’’kata Slamet Bibit, salah satu relawan yang Kamis siang membagikan masker.

Letusan kedua terjadi pada pukul 13.49 WIB. Rekaman seismik mencatat amplitude maksimum letusan 70 mm dengan durasi 2 menit. Suara gemuruh terdengar dari Pos PGM Babadan namun demikian kolom letusan tidak teramati dari semua pos PGM karena adanya kabut sepanjang hari yang menghalangi pantauan visual.

Dampak dari letusan ini dilaporkan adanya hujan abu tipis pada pukul 14.45 WIB di seputaran Pos PGM di Ngepos, Srumbung, Magelang.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih pada tingkat waspada (Level II). dengan demikian, radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk. Adapun penduduk yang tinggal dan beraktivitas di luar radius 3 km dapat terdampak pada abu letusan.

Untuk mengurangi dampak abu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diharapkan menggunakan masker. Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Merapi diharapkan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi dampak bahaya abu vulkanik.

Hujan abu berdampak terhadap beberapa kecamatan, antara lain Dukun, Mungkid, Salaman. Nampak jalanan tertutup dengan abu letusan Gunung Merapi. Menyikapi hal tersebut Relawan Garuda Bukit Menoreh dan MDMC Kabupaten Magelang melakukan kegiatan bagi masker gratis kepada masyarakat pengguna jalan dan anak-anak sekolah.

Ada beberapa titik antara lain, perempatan Bunderan Salaman, pertigaan Ngadiwongso dan beberapa SD di wilayah kecamatan Salaman.

''Ini wujud kepedulian terhadap kejadian letusan Merapi, kami berharap masyarakat tetap waspada dan tidak panik,’’kata Rony Ahmad koordinator Relawan Garuda Bukit Manoreh. (Priyo)

 

 

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Lahan Pertanian di Kutim Terus Terancam Berkurang
Berita Selanjutnya Wiyono Nekat Bunuh Diri Diduga Terkait Kasus yang Saat Ini Diperiksa Kejari Malang

Komentar Anda