UniqMag

Fang Seng, Pelepasan 1,5 Kwintal Ikan Menjelang Waisak di Banyuwangi

berita terkini
Upacara pelepasan satwa di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi

BANYUWANGI,(suaraindonesia.co.id) - Waisak merupakan hari suci yang diperingati oleh umat Budha di seluruh dunia, Hari Raya Tri Suci Waisak umumnya diperingati di Bulan Mei, pada saat purnama sidhi atau terang bulan.

Untuk memperingati tiga peristiwa penting, yaitu lahirnya Pangeran Siddharta pada tahun 623 SM, mencapai penerangan agung Pangeran Siddharta Buddha di tahun 588 SM, dan peristiwa wafatnya Buddha Gautama di tahun 543 SM.

Tahun ini, Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2562 jatuh di hari Selasa tanggal 29 mei 2018. Serangakaian acara tahunan menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak sudah dipersiapkan oleh masyarakat Budhha Vihara Dhammaharja Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran,Banyuwangi.

Acara pembuka adalah perayaan Fang Sen (pelepasan satwa ke alam bebas), sebanyak 2500 atau 1,5 kwintal ekor satwa yang terdiri dari lele dan 7 ekor patin dilepas ke Bendungan Lecari, Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Banyuwangi Minggu sore (27/05).

Perayaan Fang Sen dihadiri 100 umat Budha. Fang Sen secara implisit memiliki nilai-nilai yang diajarkan oleh agama Budha, bahwa dengan memperpanjang siklus hidup satwa dengan melepaskannya di alam bebas, sejatinya nanti juga akan berimbas kepada orang yang melakukannya, menginggat satwa yang dilepas adalah lele dan ikan patin yang merupakan hewan komsumsi yang tidak memiliki umur panjang.

Menurut Pandita Sugito Ketua Yayasan Vihara Dhammaharja hal tersebut juga bisa diartikan seperti hukum tabur tuai. "Fang Sen ini tujuannya untuk melepaskan satwa ke habitatnya, agar nanti satwa ini memiliki siklus hidup yang panjang. Selain itu manfaat untuk kami semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang serta terhindar dari malapetaka, diharapkan dengan adanya pelepasan satwa di Bendungan Lecari ini nantinya juga akan memberikan rezeki dan kesejahteraan bagi warga sekitar dalam sektor ekonomi dan pariwisata". 

Harapan serupa juga diungkapkan oleh Leo Sugiyanto Ketua Panitia Hari Raya Suci Waisak saat ditemui di lokasi, Leo juga berharap ikan-ikan yang dilepas di Bendungan Lecari bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar Bendungan Lecari.

Disela-sela acara pelepasan satwa, Kapolsek Gambiran AKP Ketut Redana juga turut membantu melepaskan tujuh ekor ikan patin, setelah pelepasan AKP Ketut Redana mengucapkan terimakasih kepada warga sekitar karena sudah menjaga kebersihan dan kelestarian Bendungan Lecari selama ini.

“Semoga warga sekitar terus semangat dalam menjaga kelestarian Bendungan Lecari ini, nanti jika ingin memancing disini boleh asalkan jangan menggunakan setrum karena bisa merusak habitat ikan-ikan disini, semoga ikan-ikan ini nantinya membawa berkah untuk masyarakat, baik dalam sektor ekonomi maupun sektor wisata”katanya.

Diakhir acara, seluruh umat Buddha Vihara Dhammaharja membagikan takjil kepada seluruh warga sekitar yang juga turut hadir menyaksikan Fang Sen.

Reporter : Windi Ashari
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Maknai Bulan Ramadhan ADB Kutim Gelar Buka Puasa Bersama di Panti Asuhan
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda