UniqMag

Terus Berjuang, Komunitas #savepahingan Buka Puasa dan Dongeng di Alun-alun Kota Magelang

berita terkini
Kegiatan #savepahingan saat kumpul bareng mengadakan kegiatan di alun-alun kota Magelang

MAGELANG, (suaraindonesia.co.id) - Memperingati tahun kedua perjuangan mempertahankan keberadaan pasar Pahingan, komunitas #SavePahingan, menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama di alun-alun kota Magelang (27/5).

Pasar Pahingan sendiri adalah pasar yg hadir 35 hari sekali setiap Minggu Pahing, bebarengan dengan pengajian Pahingan di Masjid Agung Magelang. Usianya sudah lebih dari 60 tahun dan layak disebut sebagai cagar budaya non bendawi (intangible heritage). 

"Tepat bulan Mei 2016 yang lalu, Pemkot Magelang berencana meniadakan pasar ini dengan berbagai alasan. Kami, sebagai warga masyarakat menentang kebijakan tersebut, karena ini adalah ciri khas Magelang, bukan hanya kaum muslim yg berkunjung, namun juga dari kristiani yang pulang gereja, mampir,'' kata Damu Sang Bintang, koordinator komunitas #Savepahingan.

Menurut dia, pasar tersebut bukan hanya milik warga Magelang saja, namun juga jamaah dari kota-kota di sekitarnya yang memang menyempatkan ngalap berkah di Minggu Pahing seperti ini. #SavePahingan sendiri akhirnya menjadi komunitas besar yang anggotanya terdiri dari lintas agama dan strata.

Dalam perkembangannya, komunitas ini juga menginisiasi terciptanya sebuah komunitas baru warga net Magelang Raya yang bermisi melawan hoax, menularkan akal sehat, dan menjaga keberagaman nusantara, yang bernama JAMAAH KOPDARIYAH. 

Buka Puasa Bersama dibuka dengan sedikit paparan dan sambutan dari Danu, dilanjutkan dongeng bertema 'kesetiakawanan' yang diusung dari relief candi Borobudur oleh Bambang Eka, seniman puisi Magelang. 

Kiai Achmad Labib Asrori, tokoh NU yang juga mantan ketua DPRD kabupaten Magelang, memimpin doa sekaligus mengajak untuk lebih meningkatkan ketaqwaan dan toleransi. 

Sekitar seratusan orang bergabung dalam bukber ini. Mereka duduk bersila mengelilingi pikulan angkringan yang menjadi simbol pergerakan #SavePahingan. Setiap yang hadir membawa makanan dan minuman untuk dikumpulkan menjadi satu di atas pikulan tersebut ,yang pada gilirannya akan dikerubut bersama-sama saat tanda berbuka puasa terdengar. 

"Mereka dari berbagai komunitas budaya. Ada komunitas Pager Piring, komunitas POH, Paguyuban Magelangan, komunitas KOTA TOEA, dan masih banyak lagi." Sambung Danu di sela-sela acara.(priyo)

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Fang Seng, Pelepasan 1,5 Kwintal Ikan Menjelang Waisak di Banyuwangi
Berita Selanjutnya Diduga Arus Pendek, Dua Rumah di Kuantan Singingi Ludes Terbakar

Komentar Anda