UniqMag

Mendekati Lebaran, Harga Sembako di Jember Tak Menentu

berita terkini
Toko sembako

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Mendekati Lebaran harga sembako di pasar tradisional Jember cenderung tak menentu.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Tanjung Jember, Ali Iskandar menuturkan, saat ini kondisi harga cenderung tak menentu atau fluktuatif. Beberapa komoditas yang cenderung naik sementara di komoditas lainnya mengalami penurunan.

"Naik dan turun harganya. Terdapat beberapa komoditas harganya naik, sementara komoditas lain yang harganya justru menurun di pasar tradisional," kata Ali, Senin (28/5).

Ali juga mengatakan, untuk beras medium harganya stabil selama ramadhan dan menjelang Lebaran, sedangkan untuk harga beras premium masih mengalami fluktuasi.

"IR 64 masih stabil di kisaran Rp9.200 hingga Rp.9.500 per kilogram, sedangkan harga beras premium saat cenderung bervariasi di kisaran Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram," ujar Ali.

Untuk harga gula pasir cenderung mengalami penurunan dari kisaran Rp11.200 per kilogram menjadi Rp11.000, sedangkan harga minyak goreng curah tetap stabil di kisaran Rp11.000 hingga Rp11.500 per kilogram.

Ali juga menambahkan, harga telur ayam ras juga mengalami penurunan dari Rp24.000 menjadi Rp22.000 per kilogram karena pasokan telur saat ini melimpah dan bahkan datang dari luar daerah.

"Kita tidak dapat memprediksi apakah harga bahan pokok tersebut akan stabil atau sebaliknya mengalami penaikkan dan penurunan menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah," ungkap Ali.

Dari hasil pantauan di pasar Tanjung Jember, untuk harga daging sapi berkisar Rp105.000 hingga Rp110.000 per kilogram dan daging ayam ras berkisar Rp33.000 hingga Rp37.000 per kilogram. Sedankan harga cabai rawit berkisar Rp19.500hingga Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar berkisar Rp20.500hingga Rp22.000 per kilogram.

Menurut Anas Makruf, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember mengatakan, harga bahan pokok di Jember dinilai masih relatif stabil, bahkan untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas bahan pokok, pihaknya menggandeng sejumlah produsen dan pengusaha ritel untuk menggelar pasar murah di 31 kecamatan di Jember.

"Kita harapkan dengan adanya pasar murah itu berdampak pada stabilnya harga bahan pokok di pasar tradisional karena kami telah berupaya untuk memastikan pasokan bahan pokok cukup aman di Jember," kata Anas.

 

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Dihantam Ombak Perahu Nelayan di Jember Terbalik, Seorang Tewas
Berita Selanjutnya Partai Nasdem OKI Pertama Daftar Bacaleg ke KPU

Komentar Anda