UniqMag

Rapat TPID, Bupati Banyuwangi Ingatkan Modus Spekulan

berita terkini
Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah Banyuwangi yang dihadiri BI Jember, BPS, dan Hiswana Migas

BANYUWANGI,(suaraindonesia.co.id) -   Lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang lebaran terjadi dimana-mana. Mengantisipasi lonjakan dan inflasi itu , Senin siang (28/05) Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

 Rapat tersebut dihadiri Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jember Hestu Wibowo, Kepala Bulog Sub Drive Banyuwangi David Santosa, BPS, Pertamina, Hiswana Migas.

Anas mengungkapkan, momen menjelang lebaran memang kerap dimanfaatkan oleh para spekulan pasar guna memainkan harga.  Tujuanya sendiri untuk meraup untung sebesar-besarnya, dalam kasus ini tentu saja masyarakat yang sangat dirugikan.

Selain itu, imbuh Anas, modus yang dimainkan oleh para spekulan ini adalah dengan membatasi pasokan, seolah-olah stoknya memang tidak ada. Padahal sebenarnya stoknya masih ada di gudang.

Bupati Anas akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan sidak pantauan harga pasar dan memantau tarif angkutan umum. Apabila nanti ditemukan ada kenaikan, Anas tak segan-segan akan menggerojok pedagang dan armada angkutan yang nakal.

“Hal ini akan terus kami pantau, kami pastikan suplai kebutuhan pokok tetap terjaga ketersediaanya untuk masyarakat, tidak perlu khawatir kehabisan stok, karena Bulog sudah memastikan stok pangan siap dan banyak di gudang,’’katanya.

Jika nanti ditemukan penimbunan barang, tentu akan dibantu pihak kepolisian untuk menindaklanjuti.  ‘’Selain itu kami juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan komsumsi secukupnya sesuai dengan kebutuhan”  Kata Anas saat memimpin rapat TPID

BI dan BPS juga menjelaskan perihal komoditas apa saja yang sering mengalami kenaikan harga dan inflasi. Antara lain, telur ayam,cabai, daging, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, emas hingga tarif angkutan lebaran.

Kepala BPS Harsono menuturkan, pihaknya akan terus berupaya agar inflasi terjaga, walaupun dipastikan Mei nanti tingkat komsumsi masyarakat akan mengalami kenaikan

“Bulan April lalu inflasi di Banyuwangi lebih rendah dibandingkan Jawa Timur dan Nasional, sebesar 0,04 persen” terang Harsono.

Kepala BI Jember Hestu Wibowo optimistus daya beli masyarakat Banyuwangi bisa terus tumbuh, walaupun nantinya bisa saja terjadi inflasi.

“Kami tetap akan memastikan inflasi terkendali, selain itu kami juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak” tegasnya.

Reporter : Windi Ashari
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, Ini Sambutan Perdana Pj Bupati Pamekasan
Berita Selanjutnya Paska Libur Lebaran ASN di Malmahera Selatan harus Bersamangat Dalam Bekerja

Komentar Anda