UniqMag

Pelepasan 100 Lampion Akhiri Ritual Waisak di Banyuwangi

berita terkini
Kemeriahan pelepasan 100 lampion di Vihara Dammaharja, Banyuwangi

BANYUWANGI,(suaraindonesia.co.id) - Menandai akhir seri ritual Waisak, umat Budha di Vihara Dhammaharja Banyuwangi merayakannya dengan acara pelepasan seratus lampion (Lentera Puja).

Selain itu juga menyalakan kembang api di halaman Vihara Dhammaharja Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Banyuwangi Senin malam (28/05).

Sebelum prosesi pelepasan lampion ke angkasa, umat Budha di Vihara Dhammaharja melakukan ritual doa bersama.

Pelepasan Lampion (Lentera Puja) ini sebagai tanda penutupan penghayatan sebulan Dhamma. Lampion yang dilepaskan ke udara memiliki arti yang sangat penting, yakni menjadi simbol sakral untuk melepaskan hal-hal yang bersifat negatif dalam diri setiap manusia.

Untuk setiap lampion yang diterbangkan, berisikan doa dan harapan bagi setiap umat Budha. Hal tersebut merupakan simbol harapan untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, api yang menjadi penerang bagi umat Budha diartikan sebagai semangat dalam diri untuk menjalani kehidupan dan mengharapkan petunjuk, maka dari itu api sendiri menjadi unsur penting pada perayaan pelepasan lampion ini.

Saka Ria Gumilang, ketua Pemuda Patria Banyuwangi mengatakan, bahwa pada perayaan pelepasan lampion (lentera puja) seluruh umat Budha berdoa agar selalu diberikan kesehatan, kesejahteraan dan dilimpahkan banyak berkah.

“Kami memiliki banyak harapan serta doa dalam perayaan lampion setiap tahunnya, istilahnya seperti make a wish” ucap Saka Ria di lokasi acara.

Nampak seluruh umat Budha yang hadir mengikuti perayaan secara seksama. Sebagian yang hadir terlihat mengenakan busana khusus yakni pakaian putih dan hitam.

“Pakaian itu untuk putih melambangkan kesucian sedangkan hitam melambangkan keberanian, kami secara berani telah memerangi kotoran-kotoran dengan kesucian” terang Saka diakhir acara.

Suasana nampak sakral ketika seratus lampion dilepaskan secara serentak, sungguh indah. Lampion-lampion yang kontras dengan warna langit nampak membumbung tinggi, mengantarkan doa dan harapan seluruh umat Budha yang sedang merayakan Hari Raya Suci Tri Waisak.

Reporter : Windi Ashari
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Kominfo dan Jurnalis di Bondowoso Tadarus Bareng
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda