UniqMag

Hari Pancasila, 5 Ribu Warga DIY Akan Turun Jalan Bela Bangsa

berita terkini
Dwi Kuswantoro (tengah) dan Syukri Fadholi (baju hitam) saat memberi keterangan persiapan aksi

YOGYAKARTA ( suaraindonesia.co.id ) Bertepatan dengan peringatan Hari Pancasila, Minggu 3 Juni, sekitar 5.000 warga Yogyakarta dan Jawa Tengah akan mengelar Aksi Bela Bangsa di Titik 0 km Yogyakarta.

Di mana aksi ini untuk mengingatkan bahwa perjalanan bangsa ini telah jauh dari cita-cita Poklamasi.

Ketua Panitya Aksi Bela Bangsa, Dwi Kuswantoro mengatakan aksi yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pancasila dan 16 Ramadhan merupakan aksi relijius guna mengingatkan pemerintah yang berkuasa sekarang.

Dan aksi ini juga merupakan aspirasi warga yang menginginkan adanya perubahan. Karena berbagai persoalan bangsa yang komplek.

"Saat ini ada sebagian masyarakat yang gelisah dan ingin menyuarakan perubahan. Di mana sebagian mereka akan menyalurkan lewat jalur demokrasi dalam percaturan politik nasional 2019 mendatang" terang Dwi Kuswantoro, Rabu (30/5) di kediaman Syukri Fadholi.

Dwi Kuswantoro menambahkan aksi ini penting disuarakan mengingat persoalan bangsa saat ini. Seperti masih tingginya angka kemiskinan, ketimpangan hingga keadilan sosial yang harus ditangani secara serius.

"Kita juga akan mengingatkan untuk kembali kepada Pancasila, karena Pancasila ruh tujuan besar bangsa. Dan kita juga berkontribusi memberikan pemikiran penyelesaian bangsa ini"katanya.

Ketua Presedium aksi, Syukri Fadholi mengatakan ketika perjalanan kehidupan bangsa agak menyimpang jauh dari cita-cita Proklamasi maka ada kewajiban moral bagi warga negara untuk bisa memberikan peringatan melalui tausyiah moral.

Dalam aksi nanti, imbuhnya, mereka akan memberikan tausyiah kebangsaan, tausyiah moral agar para pejabat negara sadar apa yang dikerjakan sudah jauh dari harapan anak bangsa. Salah satu harapan yang menyimpang itu adalah bidang hukum.

Di mana hukum saat ini dijadikan alat kekuasaan. Hukum juga tidak berpihak kepada rakyat. "Selain hukum, persoalan tenaga kerja asing juga harus diperhatikan. Oleh karena itu kita berharap rezim saat ini sadar, melakukan taubat nasuha dan kembali ke jalan yang benar"tandasnya.

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Bawaslu Banyuwangi Minta Waspadai Politik Uang Berkedok Pembagian Zakat
Berita Selanjutnya Wiyono Nekat Bunuh Diri Diduga Terkait Kasus yang Saat Ini Diperiksa Kejari Malang

Komentar Anda