UniqMag

Begini Cara Hitung Pembayaran THR Perusahaan di Jember

berita terkini
ilustrasi

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Seluruh perusahaan di Kabupaten Jember, wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya paling lambat 7 hari sebelum lebaran. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Jember Bambang Edy Santoso saat ditemui sejumlah media, Rabu siang (30/5).

“Jika perusahaan tidak membayar THR karyawan atau buruhnya secara tepat waktu, ada sanksi berupa denda 5 persen dari THR yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan,” kata Bambang Edy Santoso,

Pihak Disnakertran Jember pada 16 Mei lalu telah menerima surat edaran dari Gubernur Jawa Timur tentang tunjangan hari keagamaan.

“Dari pihak provinsi sudah menindaklanjuti tentang THR, dan sudah disebarkan informasi tersebut di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memperhatikan,” ujar Bambang saat ditemui di ruang kerjanya.

“Perusahaan yang ada di Jember harus bisa memberikan tunjangan hari raya itu, paling akhir seminggu atau 7 hari sebelum hari H (lebaran). Dengan besarannya, adalah satu kali upah (gaji), jika bekerjanya lebih dari setahun,” tandasnya.

“Namun jika bekerjanya masih sebulan, pekerja atau buruh tersebut juga dapat tunjangan hari raya, secara proporsional,” sambungnya. 

Artinya, kata Bambang, jika karyawan tersebut sudah bekerja kurang dari satu tahun, maka masa kerjanya dibagi 12 bulan dikali gaji pokok.

Surat edaran mengenai THR tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan.

Terkait surat edaran dari Gubernur Jawa Timur, pihak Disnakertran mengaku sudah dilakukan sosialisasi ke 250 lebih perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Jember.

Sementara terkait adanya surat edaran gubernur tersebut, salah satu pengusaha yang juga  Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember Agusta Jaka Purwana menyampaikan dukungannya karena pemberian THR merupakan kewajiban dari perusahaan kepada karyawannya.

 “THR tersebut adalah hak tenaga kerja yang harus diterima sebelum lebaran. Terlebih lagi hal itu merupakan aturan dari pemerintah yang sudah disampaikan lewat peraturan menteri dan diteruskan oleh Gubernur Jawa Timur,” katanya.

“Kami dari HIPMI Jember, juga sudah memberikan sosialisasi dan himbauan kepada anggota kami, untuk memberikan kewajiban THR bagi karyawannya,” pungkas Agusta.

 

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Kadis PU Kutim Pastikan Jalan Kutai Timur Aman Untuk Dilalui Pemudik 2018
Berita Selanjutnya Polres Jember Periksa Nahkoda dan ABK Kapal Joko Berek

Komentar Anda