UniqMag

Spanduk Diturunkan, Gerindra Jember Protes

berita terkini
Penertiban yang dilakukan petugas Panwaslu Jember beberapa waktu lalu

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – DPC Partai Gerindra Jember memprotes penurunan spanduk sosialisasi pendaftaran bakal calon legeslatif (bacaleg) oleh Panwaslu Jember. Protes dilakukan karena spanduk tersebut berisi pengumuman sesuai tahapan pemilu yang ditentukan KPU untuk penjaringan bakal caleg 2019 mendatang.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Jember Anwari menyampaikan, spanduk yang dibuat pihaknya tersebut tidak mencantumkan unsur kampanye, baik partai politik, calon presiden maupun caleg. Karena sampai hari ini belum ada penetapan dari KPU.

“Penurunan banner harus ada kejelasan dari panwas, sebab banner yang bersifat mengucapkan selamat bulan Ramadan atau pendaftaran sesuai jadwal KPU ini malah diturunkan. Malah banner yang ada foto caleg dan partai caleg itu bertebaran, dan tetap dibiarkan,” ujar Anwari, Rabu siang (30/5).

“Dimana parameter atau ukuran banner itu bisa diturunkan atau tidak? Sebab banner Gerindra itu, sama sekali bukan kampanye partai, tetapi malah memberikan pengumuman kepada masyarakat, dan itu adalah terkait intruksi KPU mengenai pendaftaran caleg,” ujarnya.

Masih menurut Anwari semua partai sebenarnya berhak melakukan seperti yang dilakukan pihaknya. ”Apakah lewat persuasif, lewat media elektronik, atau lewat baliho atau banner yang ada di masing-masing kecamatan atau desa, karena sebagai pengumuman kepada publik, tidak menyangkut caleg,” sambungnya menjelaskan.

“Kami akan berkirim surat kepada panwas, sesuai aturan di panwas sendiri. Tetapi terus terang, Partai Gerindra selama ini belum memunculkan nama-nama caleg. Tetapi hanya pengumuman kepada publik, mengenai pendaftaran caleg,” ungkapnya.

Dilain pihak, Ketua Panwaslu Jember Abdullah Waid menyampaikan, banner pengumuman tentang pendaftaran ataupun pengumuman bacaleg, pihaknya tidak pernah menurunkan.

“Namun tidak tahu beberapa teman-teman di bawah. Tetapi dari awal saya sampaikan, untuk pengumuman caleg, tidak diperkenankan diturunkan sampai batas waktu pendaftaran,” ujar Waid.

“Saya pun tidak pernah memerintahkan untuk diturunkan! Dimana ada yang diturunkan? “ imbuhnya.

Menurut Waid, yang terjadi mungkin saja, terkait pemahaman anggota panwaslu mengenai banner atau spanduk yang keliru dan tidak boleh dipasang di tempat-tempat umum.

“Untuk (banner ucapan) marhaban ya Ramadan, silahkan dipasang. Tetapi dengan catatan, tidak memakai logo partai, dan nomor urut,” tegasnya.

“Kalau pengurus partai (terpampang di banner), silahkan! Anggota partai, anggota legislatif juga silahkan. Jadi logonya itu yang tidak boleh, karena menunjukkan citra diri partai,” tandasnya.

 

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Begini Cara Hitung Pembayaran THR Perusahaan di Jember
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda