UniqMag

BPTP DIY Kembangkan Teknologi Pertanian Jarwo Super

berita terkini
Kepala BPTP DIY, Joko Pramono

SLEMAN,(suaraindonesia.co.id ) -  Di tengah meningkatnya jumlah populasi penduduk, lahan-lahan subur pertanian setiap tahunnya justru mengalami penyusutan.

Lahan pertanian kini banyak yang telah beralih fungsi, seperti untuk pembangunan jalan serta perumahan.

Sementara di sisi lain tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pangan juga tinggi. Oleh sebab itu diperlukan inovasi teknologi pertanian agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi.

Penegasan itu disampaikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian D.I.Yogyajakarta Joko Pramono di sela- sela pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) teknologi budidaya padi Jajar Legowo ( jarwo ) super di Aula BPTP Yogyakarta, Kamis ( 31/5 ).

Joko menambahkan, untuk DIY sendiri berdasarkan data dari Dinas Pertanian DIY setiap tahunnya mengalami penyusutan atau beralih fungsi antara 180 hingga 200 hektar.

Sehingga jika tidak ada inovasi teknologi pertanian jelas akan mengurangi produktifitas padi.

Guna menjaga stabilitas, syukur bisa meningkatkan produktifitas pihaknya mengembangkan teknologi tanam sistem jajar legowo ( Jarwo ) Super. Di mana Jarwo Super ini adalah pengembangan sistem tanam Jarwo sebelumnya.

"Dengan teknologi Jarwo Super ini terbukti dapat meningkatkan produktifitas hasil antara 15 - 20 persen. Tergantung pada pada tempat dan tingkat kesuburan lahannya" terang Joko.

Dijelaskannya juga sistem tanam Jarwo Super ini telah diujicobakan pada tahun 2017 silam di Pundong Bantul dan Kalasan Sleman, dengan total luasan mencapai 50 hektar.

Dan salah satu kabar yang mengembirakan adalah ketika di Pundong gagal panen akibat hama wereng, Jarwo Super berhasil dengan produktifitas yang baik.

"Teknologi Jajar Legowo Super ini merupakan implementasi terpadu teknologi budidaya padi berbasis  cara tanam jajar legowo 2:1 yang meliputi benih bermutu VUB, pemberian biodekomposer, pemberian pupuk hayati hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman ( OPT ) secara terpadu.

Dan dengan teknologi ini dapat membantu  mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan serta visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045" tuturnya. 

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Disnakertrans OKI Buka Posko Pengaduan THR
Berita Selanjutnya Jalin Silaturahmi & Kekompakan, Ketua RT 012/RW 02 Kota Bambu Utara Jakarta Barat Gelar Nobar Final Piala Dunia

Komentar Anda