UniqMag

OJK Berharap BPRS Menjadi Keuangan Syariah Dunia

berita terkini
Kepala Departrmen Perbankan Syariah OJK Pusat, Ahmad Syukro Tratmono

BANTUL ( suaraindonesia.co.id) - Pertumbuhan perbankan syariah dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang bagus. Hal bisa di lihat di tahun 2017 di mana pertumbuhanya bisa melampaui target yang dicanangkan yakni 17 persen. Oleh karena itu perbankan syariah, terutama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah diharapkan bisa turut berperan mewarnai pembangunan nasional.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, Ahmad Syukro Tratmono dalam sambutan Hari Tasyakuran BPR Syariah Nasional dan buka bersama pimpinan BPR Syariah se-Indonesia di Hotel Grand Dafam Rohan (2/6).

Ahmad Syukro menambahkan industri perbankan syariah yang terdiri atas perbankan syariah bank umun sebanyak 13 dan 12 unit syariah serta167 BPR Syariah menjadikan Indonesia menduduki rangking empat dunia dalam perkembangan industri syariah karena keuangan mikro syariah.

"Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim merupakan pangsa pasar potensial. Namun masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahaminya. Oleh karena itu sosialisasi yang lebih gencar. Dan guna menumbuhkembangkan perbankan syariah OJK juga selalu turut mendorong dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat" terangnya.

Lebih jauh Ahmad Syukro juga berharap ke depan  pertumbuhan perekonomian yang signifikan ini dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kompatemen BPR Syariah Asbisindo, Cahyo Kartiko mengatakan pertumbuhan BPR Syariah menunjukkam perkembangkan yang baik. Dari target yang dicanangkan sebesar 15 persen ternyata justru bisa tumbuh mencapai 17 persen. Di mana pertumbuhan ini lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan bank konvensional.

Ditambahkannya hingga saat BPR Syariah sudah berdiri 167 BPR Syariah di seluruh Indonesia dengan menyebaran yang merata, mulai dari Aceh hingga Papua. Dan hingga tahun 2020 nanti diharapkan akan bertambah lagi sebanyak 50 BPR Syariah.

"Dari 167 BPR Syariah saat ini telah membukukan aset sebesar Rp 10,5 triliun. Dan pembiayaan sebanyak Rp 7 triliun di mana pembiayaan ini hampir 100 persen dimanfaatkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah" pungkasnya.

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Wabup Kutim Sampaikan Terima Kasih Kinerja Panitia DRM
Berita Selanjutnya Wiyono Nekat Bunuh Diri Diduga Terkait Kasus yang Saat Ini Diperiksa Kejari Malang

Komentar Anda