UniqMag

Latihan Bersama, Ngabuburit Ala Kicau Mania di Jember

berita terkini
Suasana latihan bersama sekitar seribu kicau mania di lapangan Pancakarya, Ajung, Jember

JEMBER,(suaraindonesia.co.id)  - Banyak cara dilakukan bagi yang melaksanakan ibadah puasa untuk mengisi waktu menunggu beduk Maghrib. Salah satunya adalah dengan menyalurkan hobi.

Seperti yang dilakukan komunitas pecinta burung berkicau di Jember ini. Sambil menunggu waktu buka puasa tiba, mereka menggelar latihan bersama (latber) burung berkicau yang mereka pelihara.

"Istilah kerennya ngabuburit. Bagi kami, ngabuburit yang paling asyik adalah mendengar kicauan burung. Makanya kita lakukan latber ini sambil menunggu buka puasa," kata ketua komunitas pecinta burung berkicau Gempa Kicau Mania (GKM) Jember, Iwan, Minggu (3/6/2018) sore.

Dalam latber hari ini, tak kurang seribu pecinta burung berkicau ikut bergabung. Masing - masing membawa burung berkicau peliharaannya untuk diikutkan dalam latber yang berlangsung di sebuah tanah lapang di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung.

Agar lebih meriah, panitia juga melakukan penjurian untuk menilai burung mana yang suaranya paling bagus. Sebagai penghargaan, panitia juga memberi hadiah.

"Memang ada uang pendaftarannya, antara Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu, tergantung jenis burungnya. Sekadar penyemangat Saja agar lebih meriah. Toh uangnya juga untuk operasional‎ dan hadiah," kata Iwan.

Latber ini tidak hanya diikuti satu jenis burung saja. Setidaknya ada sejumlah jenis, di antaranya Love Bird, Murray, Cucak Ijo, Kacer dan jenis lainnya.

"Untuk hari ini yang ikut sekitar seribu peserta, burungnya macam-macam, ada Love Bird, Cucak Ijo, Kacer, Murray dan lainnya," kata Iwan.

Menurut dia, hadiah bukanlah tujuan utama, yang lebih penting adalah tersambungnya tali silaturahmi sesama pecinta burung berkicau di Jember.

"Karena dalam latber ini kita juga bisa berbagi ilmu dan pengalaman, misal bagaimana cara memelihara burung yang baik, terus kita juga bisa sosialisasi burung - burung apa saja yang dilindungi undang-undang dan tidak boleh dipelihara," terang Iwan.

Latber ini, sambung dia juga tidak dilakukan tiap hari namun dilakukan pada hari libur agar tidak mengganggu aktifitas utama sehari-hari.

"Biasanya memang hari Minggu. Kalau di luar bulan puasa biasanya dimulai pagi sampai siang. Nah, pada bulan Ramadan ini kita laksanakan siang sampai sore menjelang azan Maghrib, sambil menunggu buka puasa," terang Iwan.

Pada akhir acara, panitia juga membagi-bagikan takjil kepada peserta untuk berbuka puasa.

"Intinya yang paling penting adalah keakrabannya dapat, ibadahnya juga dapat, dan bisa berbagi ilmu dan pengalaman," pungkas Iwan.

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Jelang Arus Mudik, Polres Bontang Pasang 35 Tanda Jalan Rusak
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda