UniqMag

Wisata Edukasi Budidaya Ikan Koi Dikembangkan di Jember

berita terkini
Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan ikan koi di salah satu kolam di Taman Botani Sukorambi Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Wisata edukasi saat ini makin banyak dikembangkan oleh pengelola tempat wisata di Kabupaten Jember.

Salah satunya adalah wisata edukasi kolam ikan koi yang dikembangkan oleh sebuah tempat wisata di Jember, Taman Botani Sukorambi.

Pemilik Taman Botani Sukorambi Febrian Kahar menyampaikan, peminat dari ikan koi yang semakin banyak namun langka di Jember, menjadi suatu alasan tersendiri untuk mengembangkan potensi wisata budidaya dan edukasi tentang ikan koi.

“Sehingga ini kesempatan bagi kami, untuk membagikan ilmu tentang pembiakan ikan koi di masyarakat,” ujar Febrian usai meresmikan launching Taman Koi, di Taman Botani Sukorambi Jember, Sabtu sore (3/6).

Saat ini banyak di situs-situs internet yang membahas tentang budidaya, dan manfaat merawat ikan koi, lanjut Febrian, di Jepang ikan koi menjadi semacam simbol cinta dan persahabatan.

“Kami juga melihat di youtube, anak-anak di Hawai bermain dengan ratusan ikan koi di sebuah kolam, sehingga sedari kecil sudah berinteraksi dengan hewan (sarana edukasi pengenalan makhluk hidup). Sehingga kenapa harus jauh-jauh ke Hawai, jika di Indonesia bisa, bahkan di Jember pun juga ada,” ujarnya.

Sedangkan pengembangan wisata edukasi koi di Taman Botani Sukorambi berkonsep edukasi tidak sekedar menyediakan kolam yang memiliki ratusan ikan koi, namun juga didukung dengan konsep taman yang memiliki ciri khas negara matahari terbit Jepang.

“Pengunjung atau masyarakat, juga harus mengetahui tentang jenis-jenis ikan koi. Agar nantinya benar-benar paham apa manfaat memelihara ikan koi itu,” katanya.

“Intinya jika ingin belajar tentang koi, bisa ke Jember Koi Klub, ataupun juga tinggal datang ke kita (Taman Botani Sukorambi),” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Arif Tjahjono juga menyampaikan, Kunci untuk mengembangkan pariwisata Indonesia, adalah Penta Helix. “Diketahui ada 5 (kunci), yakni akademis, government (pemerintah, red), bisnis, community (komunitas, red), dan media. Artinya kelimanya ini harus bersama-sama dan saling mendukung,” kata Arif.

Penta Helix menurut Arief harus berjalan seiring dan bersama-sama. “Sehingga pariwisata ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat penikmat saja. Tetapi juga memberikan manfaat bagi yang lain, bisa masyarakat sektor perikanan, masyarakat peternakan (terkait pemanfaatan secara ekonomis tentunya),” tandasnya.

Terlebih lagi, kata Arif, mengembangbiakkan ikan koi, berbeda dengan mengembangbiakkan ikan-ikan yang lain. “Ikan koi, didukung dengan nilai (ekonomis) yang lebih tinggi. Sehingga hal inilah, sektor pariwisata bisa memberikan inspirasi untuk semuanya,” ungkapnya.

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Polres Banyuwangi Siagakan 700 Personil Amankan Lebaran
Berita Selanjutnya Wiyono Nekat Bunuh Diri Diduga Terkait Kasus yang Saat Ini Diperiksa Kejari Malang

Komentar Anda