UniqMag

Laporan TEPRA Kutim, Keuangan Terserap 12,40 Persen, Fisik 13,57 Persen

berita terkini
Bupati Ismunandar memimpin jalannya Rakordal Pambangunan di Ruang Meranti. (ist) 

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) - Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Triwulan II menjadi bahasan utama pada agenda coffee morning, di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (4/6/2018) pagi.

Rapat eveluasi untuk mengetahui laporan realisasi keuangan dan pembangunan dilingkup Pemkab Kutim ini dipimpin langsung oleh Bupati H Ismunandar. Didampingi Wabup H Kasmidi Bulang, Sekda H Irawansyah. Bupati Ismunandar mengimbau untuk seluruh OPD masing-masing bisa mencapai prestasi pencapaian dengan target harus besar.

“Saya minta diprioritaskan agar dalam pelaksanaan anggaran triwulan II secara tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran, agar melakukan pengendalian internal secara intensif,” jelas Ismu.

Ismu meminta seluruh OPD memastikan program sesuai dengan anggaran. Agar tertib administrasi dan tepat waktu. Selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu melakukan pembenahan dan perbaikan pada hal-hal yang dianggap perlu. Khususnya terhadap kinerja penyelenggara pemerintahan, serta terus bekerja lebih keras dan berkarya dalam membangun Kutim.

Sebelumnya, Kabag Pembangunan Poniso Suryo Renggono melaporkan hasil Tim Evaluasi dan Pengawas Anggaran (TEPRA) Tahun 2018 terkait belanja daerah mencapai Rp 2,8 Triliun terbagi dalam belanja langsung Rp 1,9 Triliun dan belanja tidak langsung Rp 957 Miliar. Adapun anggaran belanja langsung tersebut direalisasikan untuk belanja pegawai Rp 171 Miliar, barang dan jasa Rp 855 Miliar dan modal Rp 907 Miliar.

“Pencapaian target rencana belanja langsung yang sudah terserap dari APBD II triwulan II untuk fisik menyentuh angka 13,57 persen dan keuangan di 12,40 persen (Rp 239 Miliar). Sementara anggaran yang belum terserap mencapai Rp 1,6 Triliun,” jelas mantan Camat Rantau Pulung tersebut. 

Terkait anggaran yang belum terserap, bisa disimpulkan berkorelasi dengan terbatasnya dana transfer dari pusat. Sehingga dengan dana terbatas, pembayaran didahulukan untuk skala prioritas. Pada akhirnya banyak berkas yang harus tertunda pembayarannya.

Sementara itu, untuk perkembangan pelaksanaan paket umum per 30 April, di total ada 4.529 paket. Untuk paket strategis meliputi paket kontruksi dan non kontruksi berjumlah 272 paket. Selanjutnya realisasi DAK dengan total pagu sebesar Rp 42 Miliar dengan total real fisik 4,59 persen dan real keuangan 0,00 persen. Progres per 30 April ada 41 paket seperti 8 paket selesai proses lelang, 1 paket proses lelang dan 4 paket proses siap lelang. (hms13/Advetorial)

Reporter : Al Gazali
Editor : Dedi Kurniawan
Berita Sebelumnya Pj Bupati Pamekasan Himbau ASN Harus Netral pada Pelaksanaan Pilkada
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda