UniqMag

Miras dan Narkoba Dimusnahkan Polres Jember

berita terkini
Pemusnahan miras dan narkoba dipimpin langsung Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Polres Jember lakukan gelar pasukan Operasi Ketupat 2018, di Alun-alun Jember, Rabu (6/6). Gelar pasukan diikuti seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember, dari Bupati, Kejaksaan Negeri, Kodim 0824, dan Pengadilan Negeri Jember. Selain gelar pasukan, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemusnahan miras dan narkoba.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, menyatakan miras yang dimusnahkan 5.398 botol, selain itu ada narkoba jenis sabu seberat 8,35 gram, dan 10 ribu Okerbaya (Obat Keras Berbahaya).

 Untuk Miras dimusnahkan dengan cara dilindas dengan menggunakan alat berat. Sementara Sabu dan Okebaya, dimusnahkan dengan cara di Blander.

 “Sengaja pemusnahan barang bukti Miras ilegal dan Narkoba ini kita lakukan di Alun-alun Jember, supaya masyarakat juga bisa ikut menyaksikan. Selain itu, masyarakat biar tahu bahwa Miras ilegal ini berbahaya bagi tubuh serta ada aturan hukumnya. Bagi yang mengkonsumsi bisa kena Tipiring, sementara penjualnya bisa dikenakan Undang-undang kesehatan dan Pangan,” jelas Kusworo.

Sementara itu untuk personil yang diturunkan untuk pengamanan operasi ketupat, Kusworo menegaskan telah mempersiapkan 359 personill gabungan antara Polri dan Instansi Samping.

“Untuk Polrinya kita terjunkan 202 personel, kemudian 157 itu dari instansi samping termasuk Banser, TNI, Dishub, Orari, Raung off road, dan lain sebagainya,” jelas Kusworo.

Pasukan pengamanan akan mulai difungsikan sejak tanggal 8 hingga 24 Juni 2018. Selain itu, menurut Kusworo pihaknya juga menyiapkan 6 Pos pengamanan, 6 Pos Pelayanan, dan Satu Pos Terpadu.

“Untuk pos pos itu kami tempatkan di titik rawan kriminalitas dan kemacetan. Kalau pos pelayanan ada di tempat wisata seperti Pancer dan Watu ulo,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kusworo mengatakan bahwa pihaknya juga menyiapkan penembak jitu atau Sniper. Para Sniper ini akan ditempatkan di daerah rawan kriminalitas khususnya ancaman kejahatan bajing loncat. “Kalau untuk penempatan Sniper ini tidak bisa kita sebutkan lokasinya di mana saja,” pungkas Kusworo. 

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Jelang Lebaran, Wabup Kutim Sidak ke Pasar Induk Sangatta
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda