UniqMag

SI GEDE PAD Akhirnya Resmi Dilaunching, untuk Pengawasan PAD Kutai Timur

berita terkini
Seskab Kutim Irawansyah saat launching SIP PDRD/ SI GEDE PAD di Kantor Bupati Kutim, kamis (7/6/2018). (ist)

KUTAI TIMUR, (Suaraindonesia.co.id) - Setelah beberapa waktu melalukan pematangan, akhirnya Sistem Informasi Pelaporan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (SIP PDRD) garapan Bapenda Kutai Timur (Kutim) resmi di launching. Sistem pelaporan berbasis android implementasi dari Sinergitas Dengan SKPD Teknis Dalam Peningkatan PAD (SI GEDE PAD) ini diluncurkan di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Kamis (7/6/2018) pagi.

Peluncuran dilalukan langsung oleh Seskab H Irawansyah dan disaksikan Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat H Mugeni, Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangiran, Kepala SKPD.

Seskab H Irawansyah menyebut SIP PDRD merupakan suatu terobosan baru yang inovatif dan harus didukung. Kedepan tentunya bisa terkoneksi dengan Smart Regency yang sedang dibangun oleh Pemkab Kutim.

"Sistem ini memudahkan kita untuk mengendalikan upaya penerimaan PAD," sebutnya.

Menurutnya, dengan pendapatan yang pasti, tentunya Pemkab Kutim akan semakin baik mengelola keuangan daerah. SKPD lainnya patut mengikuti dan melakukan inovasi positif lainnya guna meningkatkan PAD. Sebab, saat ini penerimaan PAD Kutim masih jauh dari daerah lain.

Untuk mendukung sistem ini agar lebih maksimal, dibutuhkan juga pengelolaan data yang akurat dan baik. Selain itu, Irawan juga berharap potensi penerimaan dan usaha sarang burung walet bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD Kutim. 

Sementara itu Kepala Bapenda Musyaffa dalam laporannya menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi salah satu tugas Kepala Bapenda dalam peningkatan kinerja terkait pelaporan PAD secara nyata.

"Jadi Bupati, Wakil Bupati, Seskab bisa langsung melihat progres PAD dimanapun dari handphone masing-masing. Realisasi juga bisa dilihat secara real time," jelas Musyaffa.

Sehingga apabila ada SKPD yang realisasi penerimaan retribusinya masih dibawah target, maka kepala daerah bisa langsung mengeluarkan kebijakan. Khususnya untuk meningkatkan PAD secara intens.

“Selain menjadi inovasi baru, sistem ini juga sebagai solusi mengurangi penggunaan kertas untuk laporan. Bukan hanya pembaharuan, sistem ini sekaligus merealisasikan tugas Diklat PIM 2 yang sedang dijalaninya saat ini. (Advetorial)

 

Reporter : Muhammad
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Jelang Lebaran, Wabup Kutim Sidak ke Pasar Induk Sangatta
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda