UniqMag

Eks Bandar Narkoba Segiri Kembali di Tangkap BNNK Samarinda

berita terkini
Para tersangka saat setelah diamankan di kantor BNNK Samarinda

SAMARINDA, (Suaraindonesia.co.id) - Merasa terganggu bisnis haramnya selalu di razia dan dijaga  oleh aparat kepolisian, bandar narkoba yang sebelumnya beroperasi di wilayah komplek pasar segiri, Kota Samarinda, Kaltim memilih keluar mencari tempat jualan baru.

Salah satunya  Bahtiar (29) dan Ary Widodo (26), memilih pindah rumah kontrakan di Jl Kehewanan untuk meneruskan bisnis jualan narkobanya karena di tempat asalnya di Pasar Segiri sudah tidak aman dan terkena bencana kebakaran.

Meski berpindah lokasi  jualan, Namun keduanya  dalam melayani pelanggannya masih menerapkan sistem  sama seperti di komplek pasar segiri yaitu melalui sistem loket dan dipantau melalui Closed Circuit Television (CCTV).

Namun naas, baru beberapa minggu beroperasi, Rabu (6/5/2018) kemarin dini hari kembali di grebek oleh BNN kota Samarinda di rumah kontrakan di Jl Kehewanan Kelurahan Sungai Dama.

Kepala BNN Kota Samarinda AKBP Siti Zaekhomsyah melalui Kasi Pemberantasan Kompol Risnoto mengatakan, bandar ini merupakan jaringan lama yang merupakan pecahan dari pemain di Pasar Segiri.

“Bahkan mungkin barangnya juga masih berasal dari pemasok yang sama. Karena di Segiri dijaga 24 Jam. Akhirnya mereka mencari pasar baru,” ujar Risnoto, Kamis (7/6/2018).

Saat dilakukan penangkapan, lanjut Risnoto, turut diamankan dua wanita yang ada di lokasi atas nama Ruth Selda dan Ivone. Keduanya merupakan wargajalan Hasan Basri Samarinda.

Sedangkan dari rumah kontrakan  tersangka, BNN menyita Narkotika jenis shabu 24 poket dengan berat 13,35 gram,  monitor CCTV sebanyak 2 unit , camera CCTV 2 unit dan perangkatnya, devoder 1 unit, 1 ball plastik cetik serta timbangan digital 1 unit.

Dari hasil ungkap kasus ini, dikatakan Risnoto,   bukti bahwa penanganan masalah narkoba tidak dapat dilakukan dengan pemberantasan saja, tetapi juga upaya pencegahan dan rehabilitasi harus seiringan.

“Kalau hanya mengandalkan kita grebek. Mereka dapat berpindah-pindah. Tetapi Jika masyarakat samarinda sudah imune terhadap bahaya narkoba. Bandar akan berhenti karena tidak ada pembelinya,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Mamin Kemasan Rusak Tidak Boleh Dijual di Pertokoan Jember
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda