UniqMag

Penghina Mantan Ketua DPRD Bondowoso di Medsos Diadili

berita terkini
Terdakwa saat menjalani sidang kedua di pengadilan Negeri Bondowoso, Kamis.

BONDOWOSO, (suaraindonesia.co.id) - Pemilik akun palsu Refi Harun yang diketahui bernama asli Achmad Zainuri akhirnya harus kembali duduk di meja hijau PN Bondowoso. 

Warga Desa Kapuran, Wonosari itu ditangkap polisi karena diduga menghina mantan Ketua DPRD Bondowoso Ahmad dhafir melalui media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam persidangan Kamis, dia membenarkan pemaparan saksi pelapor Muhamad Wahyudi Arifin, warga Gunung Anyar, Tapen setelah hakim ketua menanyakan kebenarannya.

Saat ditanya apa yang menjadi motif atas perbuatannya, Ahmad Zainuri menjawab, bahwa apa yang  dilakukan olehnya hanya sebatas iseng belaka. Tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan maupun mengetahui dengan jelas apa yang akan menjadi akibat atas perbuatannya.

“Awalnya saya tidak tahu kalau perbuatan saya telah melanggar norma maupun etika,” katanya dalam persidangan.
Sebagai terdakwa dirinya merasa kecewa dan tidak terima karena menurutnya ada ribuan akun palsu yang juga berbuat demikian namun tidak dilaporkan sebagaimana kasus yang kini menimpa dirinya.

“Yang namanya akun palsu yang berkomentar aneh-aneh jumlahnya banyak, bahkan ada ribuan. Yang saya kecewakan, kenapa hanya saya yang dilaporkan” kata Zainuri.

Sementara Wahyudi Arifin, sebagai pelapor mengatakan akan terus menuntut tuntas kasus tersebut. Dia juga meminta masyarakat Bondosowo agar berhati-hati dalam bermedia sosial. Karena jika salah dalam memanfaatkannya, media sosial justru akan menjadi bumerang yang akan mencelakakan penggunanya.

“Hati-hati kalau bermedia sosial. Gunakanlah dengan baik dan bijak. Jangan menyakiti orang lain dan jagan menyebar hoax. Ini juga menjadi pelajaran bagi yang lainnya dan proses tetap berlanjut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Relawan Jas Hijau melaporkan sebuah akun media sosial dengan nama Refi Harun ke Mapolres Bondowoso.

Laporan tersebut terkait statusnya di halaman group facebook BOM (Bondowoso Opini Masyarakat) yang menyebutkan bahwa Ahmad Dhafir telah melakukan tindak pidana korupsi dan tak pantas untuk dipilih pada pilbup mendatang.

Polres Bondowoso akhirnya berhasil meringkus pemilik akun palsu Facebook Refi Harun itu di tempat kerjanya, Jember, (31/1). Pelaku dijerat pasal 45 A ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 milliar.

Reporter : Dedi Budiantoro
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Gelar FGD, Kapolres Pamekasan Berharap Jurnalis Bantu Perangi Berita Hoax dan Radikalisme
Berita Selanjutnya Polres Jember Periksa Nahkoda dan ABK Kapal Joko Berek

Komentar Anda