UniqMag

Sejumlah SKPD di Pemkab Kutim Komitmen Bersama Tingkatkan PAD

berita terkini
Sejumlah SKPD menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen Peningkatan PAD. (ist)

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id)   – Sebanyak 13 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang menjadi leading sector penarikan retribusi daerah, kompak berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komitmen bersama tersebut ditandai dengan penandatangan pakta integritas dan banner, di ruang Meranti  Kantor Bupati, Kamis, (7/6/2018).

Kepala SKPD yang menandatangani pakta integritas yakni Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam kebakaran. Berkutnya Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan kawasan permukiman, dan Dinas Pertanian.

Mereka bersama-sama menandatangani surat pernyataan komitmen untuk mendukung seluruh upaya peningkatan PAD. Khususnya melalui retribusi daerah yang menjadi tanggung jawab masing-masing dinas dimaksud.

Penandatanganan dilakukan setelah   Seskab Irawansyah melaunching Sistem Informasi Pelaporan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (SIP PDRD) sebagai Implementasi Dari Sinergitas dengan SKPD Teknis dalam peningkatan PAD (SIGEDE PAD). Penandatanganan turut disaksikan Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangiran, Asisten Pemkesra Mugeni, Kepala Bapenda Musyaffa beserta jajaran dan sejumlah Kepala Dinas serta para pejabat dilingkup Pemkab Kutim.

“Dengan komitmen bersama meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penarikan retribusi ini, pemasukan Pemkab Kutim terus bertambah untuk membiayai pembangunan,” kata Kepala Bapenda Musyaffa.

Musyaffa juga mengingatkan agar seluruh SKPD dapat bekerja lebih dari biasanya. Jika biasanya bekerja untuk mencapai target, maka Musyaffa mengajak seluruh instansi penarik retribusi untuk bekerja melebihi target.

Menurutnya, jika bekerja sesuai target maka artinya stagnan. Namun apabila bekerja melampaui target, maka artinya pekerjaan yang dilakukan mengalami kemajuan. Pembubuhan tanda tangan dalam pakta integritas juga dilakukan Seskab dan Kepala Bapenda sebagai para pihak terkait lainnya.

Isi Pakta Integritas yang ditandatangani diantaranya, berperan secara pro aktif dalam upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela. tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung berupa suap, hadiah, bantuan atau bentuk lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, bersikap transparan, jujur, obyektif dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. Menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest)dalam pelaksanaan tugas. Serta, memberi contoh dalam kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam melaksanakan tugas, terutama kepada karyawan yang berada dalam pengawasan saya dan sesama pegawai di lingkungan kerja saya secara konsisten.

Serta akan menyampaikan informasi  penyimpangan integritas di pengadilan atau yang berwenang serta turut menjaga kerahasiaan saksi atas, pelanggaran peraturan yang dilaporkannya. Dan bila saya melanggar hal-hal tersebut di atas, siap menghadapi konsekuensinya. (Advetorial)

 

Reporter : Muhammad
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Wakil Ketua MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar di Kutai Timur
Berita Selanjutnya Herlang: Pemuda Kutim Harus Melestarikan Seni dan Budaya

Komentar Anda