UniqMag

Hina Paslon di Medsos, Warga Bondowoso Diperiksa Polisi

berita terkini
Penyidik polres Bondowoso memeriksa pemilik akun palsu Rozhi Fadli

BONDOWOSO, (suaraindonesia.co.id)  - Polres Bondowoso memeriksa pemilik akun palsu Rozhi Fadli karena diduga  melanggar UU ITE dan pencemaran nama baik salah satu paslon di Bondowoso. 

Kali ini, polisi memeriksa seorang pemilik akun samaran bernama Rozhi Fadli. Sang pemilik akun samaran ini kemudian diketahui bernama EJ (30), warga Sukosari, Bondowoso.

"Setelah kami selidiki, akhirnya  ketemu. Dia masih diperiksa sebagai saksi. Tapi jika cukup bukti, bukan tidak mungkin akan meningkat jadi tersangka," kata AKP Julian Kamdo Waroka, Kasatreskrim Polres Bondowoso saat dikonfirmasi via telponnya, Senin (11/7/2018).

Ditegaskan Ade Waroka, begitu ada laporan terkait dengan dugaan pelanggaran hukum melalui sebuah akun media sosial, pihaknya segera melakukan penyelidikan dengan melibatkan tim siber yang dimiliki kepolisian.

"Kami sengaja mencermati  trafik medsos beberapa akun yang ada Bondowoso untuk penyelidikan. Hasilnya, kami sudah mulai menemukan titik terang. Beberapa pemilik akun yang diduga terlait lalu kami mintai keterangan. Kemudian makin mengerucut ke salah seorang pemilik akun," beber Ade Waroka.

Dari penyelidikan itulah, lantas diketahui bahwa EJ ini, disebut-sebut merupakan pemilik akun FB bernama Rozhi Fadli. Dari hasil penyelidikan itulah kemudian diketahui juga bahwa ini merupakan akun palsu.

"Kami masih kembangkan motivasi dia membuat akun samaran itu. Termasuk kenapa dia memposting foto dan ujaran yang tak mengenakkan pelapor," kata AKP Ade Waroka, kepada wartawan di kantornya.

Untuk diketahui, seorang pemilik akun FB bernama Rozhi Fadil telah memposting sebuah foto seorang tahanan KPK. Namun dalam foto itu wajahnya sengaja diubah dengan wajah Hidayat. Sehingga terkesan bshwa Hidayat sebagai tahanan KPK. Bahkan, si pemilik akun yang diduga palsu itu juga menebarkan ujaran atau kalimat bernuansa mencemarkan nama baik salah satu Cawabup.

Merasa  tak terima, salah seorang simpatisan Cawabup Hidayat asal Desa/Kecamatan Tapen kemudian mengadukan ke polisi. Sebab, menurutnya postingan foto dan kata-kata sang pemilik akun FB itu dinilai sangat mendiskeditkan dan sengaja menjelekkan calon yang dia kagumi.

Sementara Cawabup nomor urut 2, Hidayat, saat dikonfirmasi mengaku jika pihaknya tak mengetahui jika ada simpatisannya yang lapor polisi, terkait dengan postingan di FB yang telah menjelekkannya. Tapi jika itu memang benar, itu memang jadi hak sepenuhnya simpatisannya.

"Secara pribadi, mungkin saya bisa memaklumi. Tapi secara hukum, itu bukan domain saya. Jadi, biarkan hukum yang menentukan salah atau benar. Selain itu, yang tak terima dan mengadu ke polisi itu bukan saya, tapi salah seorang warga yang merasa tak terima," pungkas mantan Sekretaris Daerah ini.

Reporter : Dedi Budiantoro
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Pembangunan Terminal Bandara Banyuwangi Dilaporkan ke KPK
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda