UniqMag

Pelihara Buaya Muara, Honorer Pemkab Jember Lebaran di Tahanan

berita terkini
Buaya muara yang berhasil diamankan polisi dari seorang pegawai honorer Pemkab Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Pelihara buaya buaya di rumahnya, seorang pegawai honorer diamankan tim Resmob Polres Jember.

Polisi mengamankan seekor buaya muara di depan rumah Moch. Yusuf Rifki (25) warga Jl. Sriwijaya Gang XII Nomor 2, Lingkungan Kloncing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Senin (11/6) sekitar pukul 00.15 WIB. Buaya tersebut diduga sudah cukup lama dipelihara oleh Rifki.

Akibatnya Rifki digelandang ke Mapolres Jember untuk diperiksa. Setelah menjalani pemeriksaan dengan didukung bukti-bukti pegawai honorer di Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jember ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan buaya muara berumur 2 tahun dan panjang 110 CM, disita sebagai barang bukti.

Menurut Kasat Reskrim AKP Erik Pradana, tersangka mengaku mendapatkan buaya itu dari sepupunya berinisial A pada tahun 2016 silam.

A ini menurut informasi dari tersangka merupakan pemilik Taman Wisata Galaxy, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.

 “Saat buaya ini diserahkan kepada tersangka tahun 2016 lalu, itu buayanya masih berumur 5 bulan,” kata Erik.

Menurut Erik, tersangka mengaku bahwa buaya itu hanya titipan dari A supaya dirawat sampai buaya jinak.

“Nah buaya ini katanya jinak sampai umur 3 tahun,” kata Erik.

Karena buaya semakin besar, warga sekitar pun mengaku resah hingga akhirnya dilaporkan ke polisi. “Kita tindaklanjuti laporan itu kemudian tersangka dan buaya kita amankan,” sambung Erik.

Polisi akan mengembangkan kasus tersebut, terutama asal usul sekaligus pemilik buaya itu.

Sementara buaya yang digunakan sebagai barang bukti, dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

 “Kan juga gak memungkinkan buayanya kita amankan di sini (Polres Jember). Jadi, kita titipkan ke BKSDA,” pungkas Erik.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Junto Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

 “Tersangka diancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta,” tegas Erik.

 

Reporter : Vino AFM
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya 8 Ruko Ludes, Kerugian Kebakaran Pasar Benculuk Banyuwangi Ditaksir Rp 50 Juta
Berita Selanjutnya Wiyono Nekat Bunuh Diri Diduga Terkait Kasus yang Saat Ini Diperiksa Kejari Malang

Komentar Anda