UniqMag

Redam Gejolak, Lippo Plaza Jember Pertemukan Sekuriti dengan Perusahaan Alih Daya

berita terkini
Pertemuan tenaga sekuriti dengan perusahaan alih daya yang diinisiasi oleh pihak manajemen Lippo Plaza Jember.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Redam gejolak, manejemen Lippo Plaza Jember pertemukan puluhan sekuriti yang melakukan aksi mogok kerja pada hari Senin lalu (18/6) dengan pihak PT. Care Guard perusahaan alih daya (outsourcing) yang ditunjuk untuk menyediakan tenaga kerja sekuriti.

Pertemuan dilakukan secara kekeluargaan dalam suasana lebaran.

“Antara PT. Care Guard dengan personel sekuriti yang bekerja di tempat kami, manajemen Lippo Plaza Jember segera menanggapi tuntutan tersebut dengan melakukan pertemuan untuk bermusyawarah secara kekeluargaan,” kata Marketing Communication Senior Department Head Lippo Plaza Jember Januard Ch. Erasmus, Kamis siang (21/6).

PT. Care Guard selaku perusahaan penyedia jasa pengamanan dan keamanan sejak 1 Juni 2018, kata Januard, menggantikan perusahaan sebelumnya, yakni PT. Bima Sakti yang telah habis periode kontraknya.

“Hasil pertemuan tersebut telah tercapai kesepakatan, sesuai dengan harapan dari personel sekuriti yang melakukan aksi demo tersebut. Yaitu penghapusan biaya sebesar Rp 1 juta yang ditetapkan sebagai biaya admin untuk jaminan atas perlengkapan yang akan dikembalikan, jika karyawan tersebut mengundurkan diri,” jelasnya.

Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan tidak lebih dari 20 personel sekuriti itu, katanya, diluar sepengetahuan dan kewenangan dari manajemen Lippo Plaza Jember.

“Karena manajemen telah menunjuk PT. Care Guard sebagai penyedia jasa pengamanan dan keamanan di lingkungan Lippo Plaza Jember, dan permasalahan ini timbul, disebabkan karena adanya kebijakan internal yang diberlakukan oleh PT. Care Guard terhadap tenaga kerjanya,” jelasnya.

“Sehingga manajemen Lippo Plaza Jember tidak dapat melakukan intervensi terhadap kebijakan internal tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan sekuriti Lippo Plaza Jember melakukan aksi mogok kerja pada hari Senin lalu (19/6). Mereka menolak penahanan ijazah dan pungutan yang dibebankan oleh PT. Care Guard perusahaan alih daya tempat mereka bernaung sebesar Rp 1 juta.

Para personel sekuriti tersebut menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab, dan mengahapus aturan tersebut. Karena dinilai merugikan dan memberatkan tenaga kerjanya.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Selama Libur Lebaran, Destinasi Wisata di Jember Panen Rupiah
Berita Selanjutnya Partai Nasdem OKI Pertama Daftar Bacaleg ke KPU

Komentar Anda