UniqMag

Tragis, Ibu dan Putrinya Tersambar Kereta Api di Banyuwangi

berita terkini
Salah satu korban tewas setelah tersambar KA Pandanwangi di Banyuwangi

BANYUWANGI, (suaraindonesia.co.id) - Dua perempuan tewas disambar Kereta Api (KA) Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi di Kilometer 46+1/2 Dusun Sepanjang Wetan, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Kamis (21/6/2018) sekitar pukul 17.15 WIB. Identitas korban adalah Umi, 38 tahun dan Mbok Surip, 50 tahun. Keduanya tinggal di Dusun  Sepanjang Wetan.

Info yang diperoleh dari saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa saat kejadian KA Pandanwangi tengah melaju dari Glenmore menuju Sumberwadung.

Sekitar pukul 17.00, Umi diduga berniat bunuh diri di rel kereta api yang melintasi dusunnya. Pemicunya diduga karena masalah keluarga. Namun, niat tersebut diketahui oleh ibunya, yakni Mbok Surip.

Tak ayal, sang ibu pun bermaksud menolong putrinya. Mbok Surip mengejar Umi ke rel kereta api. Saat KA Pandanwangi bernomor lokomotif 453 melintas, gelagat Umi terlihat hendak menabrakkan tubuhnya. Sang ibu pun bertindak cepat untuk menyelamatkan Umi dengan menarik tubuhnya. 

Sayangnya, upaya Mbok Surip itu bukannya berhasil menolong Umi. Tetapi justru mencelakai dirinya sendiri. Umi dan Mbok Surip pun sama-sama tewas tersambar KA Pandanwangi. 

Mendapat laporan ada kejadian, dua warga tersambar kereta api, Kapolsek Glenmore beserta anggota dan seorang dokter Puskesmas Glenmore meluncur ke lokasi kejadian.

Sayangnya, dua korban sudah meninggal  dunia. Malam ini, jenazah keduanya disemayamkan di rumah duka di Dusun Sepanjang.(Surya Anto)

Reporter : Windi Ashari
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Apel Kembali Cuti,  Korem 091/ASN  Gelar Halal Bihalal Seluruh Anggota
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda