UniqMag

Wabup Kutai Timur: Tak Ada Toleransi Bagi PNS yang Tambah Libur

berita terkini
Wabup Kasmidi Bulang saat memimpin apel di Sekwan Kutim

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) - Hari pertama masuk kerja pasca Cuti Lebaran 2018, Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang memimpin langsung kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) mewakili Bupati Ismunandar yang tengah melakukan kunjungan dinas di Samarinda sekaligus silaturahmi bersama pejabat esselon II, III, IV, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di lingkungan Sekkab Kutim. 

Rutinitas diawali dengan apel pagi, Kamis (21/6/2018), Kasmidi didampingi Seskab Irawansyah, Asisten Pemkesra Mugeni, Asisten Perekonomian Rupiansyah, dan Asisten Adminintrasi Umum Yulianti. Dari hasil sidak tersebut nyatanya masih banyak ditemukan sebagian PNS dan TK2D mangkir dari absen. 

Salah satunya dari laporan beberapa Kepala Bagian (Kabag) seperti dari Pemerintahan, Humas dan Protokol (Humpro), Umum dan Kepegawaian, Perlengkapan, Sumber Daya Alam (SDA), Organisasi Tata Laksana (Ortal), dan lainnya. Beberapa staf ada yang tidak absen karena disebabkan beberapa hal seperti tidak ada keterangan alias bolos, izin sakit hingga izin masih berada di luar daerah tempat asal mudik.

Dalam kesempatan ini Kasmidi Bulang mengatakan ini akan menjadi catatan penting kinerja Pemkab Kutim pasca libur panjang selama 10 hari. Tidak ada alasan atau toleransi apapun untuk tidak masuk kerja. 

Menurutnya, semua mempunyai kewajiban sama, baik PNS dan TK2D  melakukan absen tulis tanpa di wakilkan. 

“Saya mengajak seluruh PNS dan TK2D untuk bisa  meningkatkan disiplin setelah libur panjang lebaran dan segera melaksanakan tugas seperti sedia kala, sesuai jam kerja yang sudah ditentukan. Bagi yang tidak hadir sudah jelas akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dirinya mengimbau bagi rekan PNS maupun TK2D jangan memberikan tanda tangan PNS dan TK2D yang tidak hadir. Pasalnya akan memberikan kesan malas, tentunya hal tersebut yang tidak boleh dipelihara. Untuk itu dia berharap, seluruh peserta apel yang hadir diharapkan lebih mementingkan dirinya sendiri terkait soal absen kehadiran, tidak perlu memperhatikan nasib teman.

“Absen apel wajib ditanda tangani oleh bersangkutan, tidak boleh di wakilkan apalagi minta di absenkan berbeda dengan absen ceklok,” tambahnya dihadapan seluruh pegawai dan pejabat yang ikut apel pagi. (hms13/Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Tragis, Ibu dan Putrinya Tersambar Kereta Api di Banyuwangi
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda