UniqMag

Gawat! Panwaslu Jember Kantongi Data Invalid di 688 TPS

berita terkini
Ilustrasi

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Panwaslu Jember temukan data invalid di 688 tempat pemungutan suara (TPS) dengan data invalid, padahal Pilgub tinggal dua hari lagi. Jumlah ini kedua terbesar setelah Kabupaten Banyuwangi

Divisi Pengawasan Panwaskab Jember Devi Aulia Rohim, menyampaikan 688 TPS yang rawan karena adanya sejumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) namun masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap).

“Kami (Panwaslu) ada data by name by address. Seperti kegandaan data dari pencermatan DPT kemarin, luar biasa jumlahnya,” Devi. Data tersebut dikumpulkan dari PTPS (Pengawas TPS) per 21 juni 2018.

KPU Jember sendiri menurut Devi sudah mendapatkan data tersebut.Sehingga hasil ini pun diharap bisa menjadi peringatan dini kepada pihak penyelenggara untuk mengantisipasinya.

Pihak Panwaslu mendapatkan dari hasil pemetaan sesuai dengan instruksi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

Devi mengakui ada 15 indikator kerawanan yang digunakannya dan ini berbeda dengan indicator yang digunakan KPU maupun kepolisian.

“Jadi indikator yang digunakan berbeda dengan KPU maupun kepolisian dan lainnya,” jelasnya.

Kelima belas indikator itu antara lain selain pemilih TMS namun masuk DPT, serta memasukan pemilih dissabilitas.

“Dissabilitas masuk pemetaan rawan karena untuk memastikan anggota dissabilitan memiliki akses ke TPS tersebut,” jelasnya.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Tim Zul-Rohmi Adukan Dugaan Fitnah Berbau SARA ke Bawaslu NTB
Berita Selanjutnya Partai Nasdem OKI Pertama Daftar Bacaleg ke KPU

Komentar Anda