UniqMag

Satgas Pencegahan Politik Uang Pilkada Ala Masyarakat Desa di Jember

berita terkini
Bhisma Pradana (pegang mic) saat melantik anggota Satgas cegah politik uang

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Kesadaran untuk menciptakan Pilgub Jawa Timur bebas politik uang mulai muncul dari kalang masyarakat sebuah desa di Jember.

Munculnya kesadaran masyarakat ini diwujudkan oleh seorang Kepala Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember Bhisma Perdana dengan berinisiatif membentuk Satgas politik uang atau money politic.

“Sebagai upaya menjaga Pesta Demokrasi ini sesuai dengan koridornya, kita bentuk Satgas Money Politic. Jangan sampai dikotori dengan hal-hal kecurangan,” ujar Bhisma usai melantik Satgas di Balai Desa Jubung, Minggu malam (24/6).

Perbuatan curang dan pelanggaran pemilu itu, menurut Bhisma jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan kehancuran suatu bangsa.

“Dengan adanya satgas ini, juga bisa menjaga generasi kita berikutnya, agar tidak terkontaminasi oleh cara-cara tidak baik. Karena kita tahu banyak masyarakat tergoda dengan money politic itu,” ungkapnya.

Terbentuknya Satgas ini diharapkan bisa menjaga kondusifitas pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 ini.

“Sehingga praktek-praktek curang ini bisa kita hapuskan, dan sebenarnya kita semua, adalah satgas Money Politic,” tandasnya.

“Jadi harus punya andil yang sama untuk menjaga kondusifitas, dan laporkan jika ada praktek-praktek kecurangan,” sambungnya.

Lebih jauh Bhisma menyampaikan, suksesnya gelaran Pilgub 2018 ini, juga tanggung jawab bersama dan utamanya panitia penyelenggara pemilu.

“Tugas dari panitia ini, dan suksesnya gawe Pilgub ini, bilamana pemilih menggunakan hak pilihnya, dengan minimal datang ke TPS 90 persen,” tandasnya.

Dengan dibentuknya Satgas Money Politic itu, kata Bhisma, juga diharapkan masyarakat mau datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.

“Agar menjadi motivasi untuk meraih tujuan Pilgub yang sukses, agar mau memilih sesuai hati nuraninya. Bahkan jika panitia TPS dapat mendatangkan masyarakat untuk memilih sebanyak 90 persen, ada reward yang kami siapkan,” tuturnya.

Anggota Satgas sendiri terdiri dari para perangkat desa dan juga sejumlah tokoh masyarakat yang dinilai memiliki komitmen lebih untuk menjaga suasana dan kondisi Pilgub agar aman.

Poniran (36) salah satu anggota Satgas menyampaikan, kepercayaan untuk menjadi anggota satgas akan dijaga olehnya.

“Ini adalah amanah bukan hanya dari Pak Kades, tetapi juga dari bangsa dan negara. Pemilu adalah tanggung jawab kita warga Negara untuk memilih pemimpin yang menjamin segalanya tentang kita,” tegasnya.

“Sesuai instruksi Pak Kades, jika ada pelanggaran, rekam, foto atau video sebagai bukti, dan laporkan. Semoga Pilgub di desa kami aman dan kondusif,” katanya menambahkan.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Masa Kontrak Kerja Usai, Perusahaan di Kutim Wajib Penuhi Hak Karyawan
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda