UniqMag

Ratusan Pasien dan Karyawan RSD Soebandi Jember Golput

berita terkini
Petuga berkeliling membawa kotak suara untuk melakukan pemungutan suara di RSD Soebandi Jember, Rabu (27/6).

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Tiga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara  (KPPS) yakni dari TPS 9, 26, 29, Rabu siang (27/6) melakukan pemungutan suara di RSD Soebandi Jember. Dari hasil pemungutan suara yang dilakukan dengan berkeliling memasuki ruangan pasien hanya ada satu orang karyawan yang di ijinkan untuk menyalurkan haknya pada Pilgub Jawa Timur.

Kondisi ini sangat ironis, pasalnya berdasarkan data pihak RSD Soebandi, perhari ini ada 269 pasien dan karyawan rumah sakit sebanyak 130 orang dan potensi keluarga pasien yang ikut menyoblos 2 orang tiap pasien. Sehingga potensi pemilih di RSD Soebandi kurang lebih bisa sampai 700 orang.

 Akibatnya ratusan masyarakat menjadi golput karena mereka tidak memiliki form A5.

Kecilnya angka partisipasi pemilih di RSD DR Soebandi karena hampir mayoritas masyarakat calon pemilih yang berada disana tidak memiliki Form A5 sebagai syarat sah untuk melakukan pencoblosan di luar daerah asal.

Seperti yang dituturkan oleh karyawan RSD Soebandi bernama Ika Dian. Dirinya sebenarnya ingin mencoblos namun dirinya tidak mempunyai A5. Ika mengaku dirinya sebenarnya sudah berusaha mengurus form A5 namun petugas dari KPPS di tempatnya tidak memberikan form tersebut kepada dirinya.

“Dua hari lalu saya dikasih undangan model C6 trus saya bilang ke petugas yang memberi undangan  saya saat pencoblosan dinas pagi ini gimana? Trus dia bilang minta model A5,”ujarnya.

“Saya kemudian minta model A5 dia bilang ndak usah sudah katanya pakai itu (C6) trus saya bilang kan nda bisa pakai C6 eh dia malah bilang gampang sudah. Akhirnya sampai hari pencoblosan saya nda bisa nyoblos, ”lanjutnya.

Hal senada dikatakan oleh seorang pasien bernama Suep warga Desa Puger, Kecamatan Puger, dirinya tidak bisa mencoblos karena hanya membawa form C6 karena tidak diberi oleh petugas KPPS setempat.

Sementara itu menurut petugas PPS  Kelurahan Patrang  bernama Ryan Alif Lesmana yang datang ke RSD Soebandi warga yang tidak mencoblos beralasan mereka tidak mengetahui jika syarat pencoblosan diluar daerah asal harus menggunakan form A5.

“ Mereka beralasan tidak tahu, padahal PPS dan PPK sudah memberikan sosialisasi kepada pihak rumah sakit, jika ada masyarakat yang akan mencoblos harus memakai form A5. Karena ketentuan dari KPU begitu,”kata Ryane.

Sedangkan Direktur RSD Soebandi, Dr Hendro Soelistiyono mengatakan pihaknya mendapatkan surat pemberitahuan PPK hari Senin lalu dan pihaknya langsung melakukan sosialisasi terkait penggunaan form A5.

“ Dengan waktu yang pendek ini pengurusan  A5 ini menyulitkan jadi ya eksesnya ini dari karyawan 269 orang dan karyawan 130 orang  hanya ada satu orang yang siap dengan A5 ini,” katanya.

 

 

 

 

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Unik! Ada TPS Bertema Piala Dunia di Pamekasan
Berita Selanjutnya Partai Nasdem OKI Pertama Daftar Bacaleg ke KPU

Komentar Anda