UniqMag

Mantan Napi Pelecehan Seksual dan Korupsi Dilarang Nyaleg

berita terkini
Petugas KPU Jember saat memasang baliho pengumuman pendaftaran bacaleg.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)- Mantan narapidana kasus pelecehan seksual dan korupsi tidak boleh mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada pemilihan legislatif 2019 mendatang.

Larangan bagi mantan napi dua jenis kejahatan ini sesuai dengan Peraturan KPU RI (PKPU) tentang pemilu legislatif tahun 2019. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Komisioner KPU Jember Divisi Parmas dan SDM Ahmad Hanafi.

“Sesuai dengan peraturan pkpu tentang pemilu legislatif tahun 2019, ada tiga eks narapidana yang tidak boleh mencalonkan diri sebagai caleg, yakni eks narapidana kasus korupsi/ kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, dan bandar narkoba,” kata Hanafi. 

Sedangkan untuk napi diluar ketiga kasus tersebut lanjut Hanafi, masih diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai caleg.

Untuk para napi yang kasus yang lain mereka harus melampirkan surat keterangan dari lapas/ terkait status hukumnya tersebut. Selain itu mereka juga harus membuat pengakuan atas kasus yang menjeratnya tersebut yang disampaikan secara langsung kepada publik melalui media.

“Tujuan dari adanya aturan tersebut, agar masyarakat mengetahui latar belakang calon wakil rakyat yang akan dipilih. Dengan demikian, diharapkan siapapun yang terpilih benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Hanafi

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya 14 Penerbangan di Bandara Banyuwangi Dibatalkan
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda