UniqMag

Kunjungi Busang, Bupati Kutim Disambut Semarak Adat Dayak Kenyah

berita terkini
Masyarakat Dayak Kenyah di Desa Rantau Sentosa Kecamatan Busang menyambut kedatangan Bupati Ismunandar dan rombongan dalam kegiatan Rakor (Ist)

KUTAI TIMUR, (Suaraindonesia.co.id) - Masyarakat Dayak Kenyah menyambut kedatangan Bupati Kutai Timur (Kutim) bersama rombongan lewat kegiatan ritual adat sebagai simbol penghormatan kepada orang tua Senin, (2/7/2018). Puluhan Muda mudi remaja setempat juga tampak luwes menari tarian dayak ketika Ismunandar memasuki Balai Adat Desa Rantau Sentosa Kecamatan Busang.

Lokasi keempat dalam Rakor itu Ismu langsung berdialog dengan enam Kades yang ada di Kecamatan Busang. Ia menegaskan, kegiatan ini dalam upaya kembali mempertajam program gerbang desa madu fokus dan tuntas.

“Terkait Infrastruktur dasar saya hadirkan pejabat terkait. Di Busang, saya terus berjuang mendorong PLN masuk ke desa-desa. Ini kami akan kawal. Apabila PLN tidak bisa menyediakan tiang listrik maka kami yang akan menyediakan. Busang juga direncanakan akan mendapatkan bantuan perangkat Solar Cell Komunal menghasilkan daya listrik menggunakan tenaga matahari,” tegasnya.

Terkait air bersih, Ismu mengintruksikan Bapemas dan Perkim jemput bola menginventarisir kebutuhan desa-desa. Untuk tower jaringan telekomunikasi di Busang memang sudah diperjuangkan.

“Saya sudah menyuratkan ke PT Telkom, hingga hari ini saya masih menunggu jawaban Kementerian Kominfo mengenai desa-desa yang masih terisolir  jaringan internet yang belum bisa dinikmati masyarakat pedalaman,” terangnya.

Dalam tatap muka dengan Bupati tersebut, para Kades mengusulkan untuk melakukan pembangunan Jembatan Sungai Luwun. Pasalnya, kondisinya sudah tidak layak, butuh peningkatan karena menjadi satu-satunya akses masyarakat beraktivitas.

Tidak hanya itu, para Kades juga ada yang mengusulkan pembangunan rumah layak huni dan pengadaan mobil jenazah, pembangunan gedung olahraga, dan mobil pemadam. Selain itu juga ada masukan untuk pembangunan infrastruktur air besih berupa PDAM.

“Hingga sekarang balai desa sebagai pusat seni budaya ini kondisinya sudah butuh renovasi dan sudah tidak layak dan keadaan atap sudah bocor,” terang Kades Long Nyelong Matius Bilung. (hms13/Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Kapolres Kutim Pantau Langsung Pengamanan di Lokasi Kebakaran
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda