UniqMag

Pemkab Kutim Targetkan 2020 Seluruh Desa Menikmati Air Bersih

berita terkini
Bupati Ismunandar (tengah) membuka sosialisasi Pamsimas Tahap III di Ruang Arau Pemkab Kutim (Ist)

KUTAI TIMUR, (Suaraindonesia.co.id) - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar menaruh harapan besar pada 2020 nanti seluruh desa di Kutim sudah merasakan layanan air bersih. Hal itu disampaikannya langsung dalam kegiatan Rakor Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) Tahap III gelaran Bidang Pembangunan Setkab Kutim di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Rabu (4/7/2018).

Ismunandar mengatakan, Pamsimas merupakan urusan wajib pemerintah, baik Pusat dan Daerah. Oleh karena itu, cakupan program ini segera direalisasikan ke penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan yaitu 100 persen akses air minum dan sanitasi.

“Ini menjadi harapan saya bersama Wabup Kasmidi, mempertajam kembali program infrastruktur dasar yaitu air bersih. Untuk itu Desa-desa lainnya yang belum mengikuti program, bisa segera mengusulkan kepada pihak pengelola Pamsimas," jelasnya.

Ismu menambahkan jangan terjadi lagi pembangunan Pansimas hanya menjadi monumen cipta karya. Pasalnya sebelumnya banyak sisi bangunan terbengkalai dan tidak terpakai lagi.

“Ini menjadi catatan penting untuk pengelola Pamsimas, saya harap dikawal serius,” tambahnya.

Sementara iru, laporan dari Perwakilan Kasatker Perkim Kutim Muhammad Nur mengatakan, jumlah target desa di Pamsimas sebanyak 30 desa. Sebelumnya di 2017 ada 22 desa sudah mengikuti Pamsimas.

“Tahun ini ada 13 desa yang terlibat dengan anggaran APBN sebesar Rp 2 Miliar. Tim akan segera action dan merealisasikan Pamsimas,” terangnya.

Senada, perwakilan PU Cipta Karya Kaltim, Rahmat Hidayat mengutarakan, layanan air bersih sudah menjadi tupoksi wajib. Dalam hal ini pemerintahan desa dihimbau bisa bersinergi juga dengan swasta yaitu beberpa perusahaan.

“Kami akan terus bekerja agar Pamsimas dikawal dengan serius, memang yang menjadi hambatan yaitu masalah kondisi geografis, dan perkembangan penduduk yang belum merata. Pesan bupati jangan jadi monumen cipta karya itu benar, ini menjadi catatan evaluasi tim,” tutupnya. (Advetorial)

Reporter : Muhammad
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya KPU OKI Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada 2018
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda