UniqMag

Tolak Tandatangani Hasil Pleno, MMC Merasa Terdzolimi

berita terkini
Foto bersama antara Bawaslu, KPUD dan tim paslon Bupati Probolinggo dan Paslon Gubernur Jawa Timur

PROBOLINGGO, (Suaraindonesia.co.id) - KPU Kabupaten Probolinggo mengadakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk Calon Bupati Probolinggo, dan hasilnya menyatakan paslon HATI unggul dari paslon MMC. Dengan adanya hasil tersebut tim paslon MMC menolak hasil rekap dan merasa terdzolimi, Rabu (4/72018).

Muhammad Zubaidi (Komisioner KPU) selaku pemimpin rapat pleno megatakan bahwa ada 628.896 warga yang menggunakan hak suaranya di 1700 TPS. Sebanyak 599.810 suara dinyatakan sah, sementara suara yang tidak sah sebanyak 29.086 lembar.

Paslon Puput Tantriana Sari – HA Timbul Prihanjoko (HATI) memperoleh 345.473 suara (54,93%). Sementara paslon Abdul Malik Haramain – Mohamad Muzayyan (MMC) hanya mengantongi 254.337 suara (40,44%). Angka yang terpaut cukup jauh, yakni 91.136 (14, 49%).

“Kami menolak menandatangani karena kami menganggap semua berkas yang diplenokan hari ini ilegal. Kami tetap hadir dan tidak memilih walkout, karena kami ingin memastikan bahwa tahapan yang dilaksanakan sudah sesuai dan hak kami dipenuhi. Karena ini kami anggap ilegal, maka akan kami lanjutkan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tukas Mustofa, Ketua Divisi Penghitungan dan Rekapitulasi Surat Suara MMC.

KPU juga memastikan memberi ruang bagi pasangan calon yang tidak setuju dengan hasil rekap, asalkan mengambil langkah sesuai peraturan yang ada. Jika nanti akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka batas minimal mengajukan keberatan yaitu 0,5%, sedangkan di Kabupaten Probolinggo selisihnya mencapai 14 persen.

“Silahkan jika ada keberatan untuk menempuh jalur yang telah ditentukan. Hasil pleno hari ini juga sesuai dengan tahapan-tahapan yang diatur dalam PKPU,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo, Mohamad Zubaidi.

“Panwaslu juga tidak mengeluarkan rekomendasi terkait laporan tersebut. Selain itu, dari 1.700 TPS di Kabupaten Probolinggo tidak ada keberatan. Sebab yang diadu adalah rekapitulasi hasil, bukan form c1-KWK. Apalagi dari tingkat TPS hingga PPK tidak ada angka yang berubah,” tandas Zubaidi. (Wahid)

Reporter : Muhammad
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Seorang Wanita Sebatang Kara Ditemukan Sakit Keras Di Rusun Tipar Jakarta Timur
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda