UniqMag

IJTI Tapal Kuda: Kami Mengutuk Tindakan Kekerasan Terhadap Saudara Oryza

berita terkini
Oryza Ardiansyah Wirawan saat melaporkan kasus pengeroyokan yang menimpanya ke Polres Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)-Pengeroyokan yang menimpa wartawan senior beritajatim.com Oryza Ardiansyah Wirawan,  oleh supporter dan pemain kesebelasan Dharaka Sindo, di Stadion Jember Sport Garden (JSG) Kecamatan Ajung Jember langsung disikapi organisasi wartawan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda.

Peristiwa terjadi saat Oryza mengambil foto sejumlah pemain Dharak Sindo yang memprotes keputusan wasit, usai pertandingan Liga III PSSI antara Persid Jember dan Dharaka Sindo.

Ketua IJTI Tapal Kuda Sayful Kusmandani dalam siaran persnya Rabu malam (4/7) menyatakan mengutuk keras tindakan brutal yang menimpa Orzya.

“Kami IJTI Tapal kuda mengutuk keras tindakan brutal dan semena mena oknum suporter Dharaka Sindo terhadap insan pers, “kata Sayful yang juga jurnalis Trans 7.

Sayful juga mendesak  kepolisian dan Denpom TNI segera turun tangan untuk mengusut tuntas pelakunya.

“Kami juga Mendorong Dewan Pers dan juga Komnas HAM RI turun tangan usut tuntas tindakan yang mengancam keselamatan bagi jurnalis,”lanjutnya

“Pernyataan sikap ini disampaikan kepada Pengurus Pusat IJTI di Jakarta. Kantor Dewan Pers Jakarta.  Kantor Komnas HAM Jakarta. Mabes Polri dan Mabes TNI di Jakarta,”pungkas Sayful Kusmandani.

Seperti diketahui wartawan beritajatim.com Oryza Ardiansyah Wirawan harus menjalani perawatan medis akibat dikeroyok sejumlah pemain kesebelasan Dharaka Sindo dalam pertandingan lanjutan Liga 3 melawan Persid Jember.

Offisial dan pemain kesebelasan Dharaka Sindo tidak terima Oryza memotret aksi pemain Dharaka Sindo yang saat itu sedang mengerumuni wasit yang memberi tendangan pinalti terhadap Persid Jember.

Saat mengambil gambar itulah, tiba-tiba ada seorang suporter yang mendekati Oryza, dan langsung merangkul serta merampas HP-nya. “Seingat saya tentara, dia merangkul saya sambil ngomong,'kenapa ambil gambar!' Lalu HP saya dirampas,” sambungnya.

Teriakan tersebut menurut Oryza, yang memicu kemarahan pemain Dharaka Sindo yang semula mengerumuni wasit, akhirnya beralih ke Oryza. Para pemain dan sejumlah official Dharaka Sindo yang berbaju loreng kemudian  melayangkan sejumlah tendangan dan pukulan ke badan Oryza.

“Mereka memukuli saya, menendang. Berlangsung sekitar 3 menit. Saya berusaha melindungi kepala dan wajah dengan tangan. Padahal saya sudah teriak saya wartawan saya wartawan,” katanya.

Yang membuat miris, Oryza dianiaya di depan anaknya yang saat itu bersama dirinya.

“Anak saya Neo ketakutan sampai lari menjauh sambil menangis,”lanjutnya.

 

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya PWI Jember: Tindak Tegas Pengeroyok Wartawan Beritajatim.Com!
Berita Selanjutnya Jalin Silaturahmi & Kekompakan, Ketua RT 012/RW 02 Kota Bambu Utara Jakarta Barat Gelar Nobar Final Piala Dunia

Komentar Anda