UniqMag

Tingkat Pengguna Hak Suara Rendah di kutim, Ini Komentar Anggota KPU Kaltim

berita terkini
Suasana rapat pleno KPU Kutim dalan penghitubgan suara Pilgub Kaltim

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) - Rudiansyah Anggota KPU Provinsi Kaltim, Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu menuturkan, penggunaan hak suara oleh warga Kutim yang hanya mencapai 48% dalam Pilgub beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikannya usai rapat Pleno KPU Kutim, di Hotrl Victori,Rabu (4/7/2018) kemarin.

Menurutnya, hak memilih itu adalah bagian daripada hak dasar masyarakat dalam memilih kelompok atau perseorangan untuk memimpin suatu daerah atau negara ini. KPU sebagai pelaksana hanya boleh memfasilitasi dan tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pemilih untuk menggunakan hak pilihnya. 

Menurutnya, rendahnya partisipasi tersebut kemungkinan masyarakat belum dapat menyimpulkan pasangan calon mana yang akan dipilih sehingga terjadi banyaknya Golput. Alasan administratif seperti perpindahan penduduk juga bisa menjadi ganjalan dalam penyelenggaraan karena daftar pemilih yang dipunyai KPU juga belum sepenuhnya bersih.

"Tidak hanya di Kutim, di seluruh Kaltim tingkat partisipasi masyarakat tidak begitu menggembirakan sebagaimana target nasional yang ditetapkan. Tetapi yang jelas proses pemungutan dan penghitungan suara dapat berjalan dengan lancar dan prosedural itu lebih penting," ucapnya.

Dia juga menambahkan, bahwa pihak dari sisi penyelenggara baik sosialisasi, fasilitas sudah dilakukan dan pelaksanaan juga sesuai prosedur yang berlaku. Jika masih banyak warga yang belum menggunakan hak pilihnya, menurutnya itu adalah keputusan dari warga.

"Yang jelas penyelenggara sudah menyediakan tenaga, tempat, waktu dan memfasilitasi pemilih untuk menggunakan hak suaranya di TPS. Petugas kami mulai pukul 07.00 wita sampai 13.00 wita tetap menunggu masyarakat untuk datang dan menggunakan hak pilihnya. Dan 100%TPS di Kutim sudah melakukan pemungutan suara meskipun belum tentu 100% warga menggunakan hak pilihnya. Atas rendahnya hak pilih atau partisipasi yang salah bukan penyelenggara tetapi masyarakat yang tidak mau menggunakan hak pilihnya," tegasnya. (Qiqi)

Reporter : Muhammad
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Boyzone Gelar Konser Terakhir di Surabaya
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda