UniqMag

Dua Personel Brigif 9 Jember Dimintai Keterangan Polisi

berita terkini
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo pimpin pertemuan mediasi dengan Komandan Brigif 9 Robby Suryadi selaku pengelola PS Dharaka Sindo.

JEMBER,(suaraindonesia.co.id)-Kapolres Jember berjanji 1 x 24 jam kasus kekerasan terhadap jurnalis Beritajatim.com yang diduga dilakukan oleh para pemain Dharaka Sindo, Rabu (4/7) sore tuntas. Ketegasan ini disampikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Kusno, SIK koordinasi dengan Danbrig 9, Kodim 0824 dan Sub Denpom V Jember setelah mempelajari vidieo pengeroyokan yang sudah viral dimedia sosial (sosmed).

"Ini berkat sinergitas yang telah dibangun antara TNI dan Polri selama ini. Setelah koordinasi dengan pelatih Dharaka Sindo dan telah mengindentifikasi vedio secara bersama-sama. Nanti dipetakan yang sipil prosesnya akan ditangni polres, bagi oknum TNI kita serahkan kepada Sub Denpom pemeriksaanya," ujar Kapolres Jember Kusworo saat bertemu dengan wartawan di Mapolres Jember, Kamis (5/7).

Kesepakatan ini diamini oleh Komandan Brigif 9 Kol. Inf. Robby Suryadi. Robby juga menyampaikan permohonan maaf kepada para awak media atas kejadian yang menimpa Oryza.

" Saya atas nama pribadi dan institusi atas tindakan perlakuan anggota saya yang terekam vedeo yang telah saya saksikan. Kami sudah melakukan pemeriksaan secara internal, yang kemudian akan kami serahkan kepada Sub Denpom V Jember," tandasnya.

Robby juga menjelaskan, bahwa Dharaka Sindo FC ini personilnya bukan seluruhnya TNI. Namun selama ini, masyarakat menilai bahwa Dharaka Sindo timnya Brigif 9. Diakui oleh Robby, pihaknya mengkoordinir sepak bola dikalangan TNI, untuk dipersiapkan kejuaran si internal TNI.

"Namun pemainya tidak banyak hanya ada 6 orang. Di Jember ada 2 klub bola yang eksis yakni Sindo dan Jember United. Karena kita punya fasilitas lapangan dan sebagainya, akhirnya kita merger dengan Sindo. Maka jadilah Dharaka Sindo untuk mengikuti Liga III PSSI," ungkapknya.

Robby juga mengakui bahwa ada kesalahan yang sudah dilakukan oleh anggotanya dalam kasus kemarin." Ini sudah laporkan kepada panglima dan perintah panglima untuk diproses secara hukum. Jadi berikan saya waktu untuk segera memprosesnya," ujarnya pula. Dalam kasus ini, ujar Robby, ada dua oknum anggota yang sudah dimintai keterangan. Yakni perwira berpangkat Lettu berinisial S dan anggota berpakaian PDL berinisial W.

" Lettu S ini yang mengambil HP, karena korban mengaku wartawan, akhirnya di kembalikan. Sedang oknum TNI berinisial W ini masih dalam proses pemeriksaan yang nanti akan kita serahkan ke Sub Denpom," tandasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jember AKP Eric Pradana mengaku akan terus melakukan pemerikasan terhadap pihak terkait yang terekam dalam video tersebut." Adanya video ini sangat membantu kami dalam pemerikasaan," terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa organisasi profesi baik PWI, AJI dan IJTI yang hadir dalam pertemuan tersebut, mendesak kepada Dan Brigif dan Sub Denpom untuk terbuka dan memberikan kemudahan dalam memberikan informasi.

" Karena selama ini TNI terkesan tertutup," ujar Winarno perwakilan dari PWI.

Mendengar permintaan itu, Dan Brigif 9 Kol. Inf. Robby Suryadi dan Dan Sub Denpom V Jember Lettu CPM Aminuddin siap akan memberkan akses informasi kepada media.

" Sekarang bukan jamannya seperti itu. Silahkan datang ke kantor atau hubungi via telp kami siap untuk memberikan informasi yang dibutuhkan."pungkas Robby.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Peringati HUT Bhayangkara, Kodim Kerahkan 30 Personil Lakukan Donor Darah
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda