UniqMag

Oryza Wirawan: Sendiri Kalah Apalagi Dikeroyok di Depan Anak Saya Lagi

berita terkini
Oryza Ardiansyah Wirawan berusaha ditenangkan oleh seorang pengurus PWI Jember karena tidak bisa menahan emosinya, sedangkan N anak Oryza disalami oleh pemain Sindo Dharaka untuk meminta maaf.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) – Seluruh pemain kesebelasan Sindo Dharaka (sebelumnya ditulis Dharaka Sindo) dan manajernya membezuk Oryza A Wirawan wartawan beritajatim.com di kamar rawat inap RS Jember Klinik, Kamis malam (6/7).

Saat membezuk Oryza,  Manager Sindo Dharaka Lettu Suyanto menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa pengeroyokan yang membuat wartawan senior ini harus menjalani perawatan medis saat melakukan tugas jurnalistiknya meliput pertandingan sepak bola kelanjutan Liga 3 antara Persid Jember melawan Sindo Dharaka, Rabu (5/7).

“Maksud kedatangan kami, dalam rangka meminta maaf sebesar-besarnya, kepada Pak Ryza (Oryza, red), dan keluarga. Tidak ada maksud lain, hanya ingin menjalin kekeluargaan,” ujar Suyanto.

Mendengar permintaan maaf dari Suyanto, Oryza yang saat dikeroyok di depan anaknya hanya terdiam. Namun tak lama kemudian dia pegang tangan Suyanto dan berbisik sambil sesenggukan karena tidak dapat menahan emosinya.

Waktu sampeyan gepuk’i aku koyok maling nang ngareppe anakku! Aku ngadepi institusine sampeyan. Aku ngadepi tekan Jakarta. Tapi gawe opo tak lakoni? Gawe opo aku lakoni? Karena aku gak ono sing kenal sampeyan, sampeyan, dan ditakoni polisi, opo ono sing kenal? Tapi opo’o sampeyan perlakukno aku koyok maling? (Tetapi waktu kalian mukuli saya seperti pencuri di depan anakku! Saya menghadapi institusi kalian, sampai ke Jakarta. Buat apa saya lakukan itu? Karena saya tidak ada yang kenal kalian, saat ditanyai polisi, apa ada yang kenal? Kenapa kalian memperlakukan saya seperti pencuri?),” ucap Oryza pelan sambil sesengukan.

Suasana semakin haru saat Neo anak Oryza tiba-tiba berdiri disamping tempat tidur sambil menangis karena tidak tega melihat kondisi ayahnya.

Oryza juga mengatakan dirinya tidak meminta para pemain klub sepak bola itu untuk mengakui aksi brutal pengeroyokan yang dilakukan padanya. Menurut Oryza tidak semua pemain melakukan penganiayaan yang dilakukan padanya.

Aku nek ijenan ae kalah karo sampean kabeh. Ga perlu dikroyok mesti kalahe. Sampeyan roto-roto wis terlatih. Pemain bal-balan, onok sing tentara, aku jelas gak ono apa-apane. Aku karo anakku yo wedi karo sampeyan (Aku sendiran saja kalah kalu musuh kalian semua. Tidak perlu dikroyok mesti kalah. Kalian rata-rata terlatih. Pemain sepak bola, ada yang tentara, saya jelas tidak ada apa-apanya. Saya dan anak saya takut dengan kalian),” lanjut Oryza penuh emosi.

 

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Wartawan Surabaya Gelar Aksi Solidaritas Kekerasan Jurnalis di Jember
Berita Selanjutnya Jalin Silaturahmi & Kekompakan, Ketua RT 012/RW 02 Kota Bambu Utara Jakarta Barat Gelar Nobar Final Piala Dunia

Komentar Anda