UniqMag

Zonasi Sekolah, 53 SMP Negeri di Jember Kekurangan Siswa Baru

berita terkini
Surat instruksi dari Kadispendik Jember kepada SMP yang kekurangan murid baru agar membuka penerimaan siswa baru gelombang ke 2.

JEMBER, (suaraindonesia.co.id) - Sebanyak 53 SMP negeri di Jember kekurangan siswa baru. Sekolah yang mengalami kekurangan siswa tersebut imbas dari penerapan sistem zonasi sekolah pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Puluhan SMP negeri tersebut terpaksa menerima siswa tanpa proses seleksi.

Masing masing SMP yang kekurangan siswa dari pagu yang ada jumlahnya bervariasi. Ada yang hanya kurang dari 10 orang hingga ratusan. Bahkan ada yang tidak dapat murid sama sekali saat PPDB lalu.

Salah satu SMP yang mengalami kekurangan peserta didik adalah SMP 1 Negeri Kalisat Kepala SMPN 1 Kalisat Ahmad Ridwan, dirinya mengaku terpaksa harus menerima semua murid tanpa melalui proses seleksi dengan diberlakukannya mekanisme zonasi tersebut.

“Zona itu, jadinya (membuat orang tua) khawatir, nantinya mau daftar, seperti anak Sukowono, anak Ledokombo, juga anak Mayang. Mereka takut kalau tidak diterima di sini, atau di sana (sekolah lain) sudah pol (penuh), kan tidak bisa masuk (diterima),” kata Ridwan, Senin pagi (9/7).

“Apalagi jika (calon siswa yang akan mendaftar), memiliki nilai cukup tinggi, mereka takut untuk mendaftarkannya ke sekolah favorit. Karena berada diluar zonasi itu,” ungkapnya.

Ridwan kemudian membandingkan jumlah pendaftar di SMP Negeri 1 Kalisat pada tahun sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari 300 orang calon peserta didik baru. Sedangkan tahun ini hanya 208 siswa.

“ Sesuai kebijakan Dispendik, untuk memenuhi pagu yang tersisa, akan dibuka pendaftaran tahap kedua pada tanggal 10 dan 11 Juli besok,” tandasnya.

Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Erwan Salus Prijono secara terpisah membenarkan ada sejumlah sekolah yang terpaksa menerima siswa tanpa proses seleksi.

“Sistem atau mekanisme zonasi itu, diharapkan untuk pemerataan siswa di seluruh Kabupaten Jember,” katanya.

Munculnya persoalan ini membuat pihaknya akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

“Agar nanti pada tahun-tahun berikutnya, tidak terulang kembali, dan sesuai dengan harapan,” tuturnya.

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Pj Bupati Pamekasan Lepas 885 Calon Jamaah Haji
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda