UniqMag

Mantan Kandidat Bupati Probolinggo Diperiksa KPK

berita terkini
Mantan Kandidat Bupati Probolinggo Abdul Malik Haramain saat akan menjalani pemeriksaan KPK

PROBOLINGGO, (suaraindonesia.co.id) - Abdul Malik Haramain, warga Triwung kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur mantan Anggota DPR RI, yang kalah dalam pemilihan Bupati Probolinggo pada tanggal 27 Juni 2018 lalu dipanggil dan diperiksa lagi oleh penyidik KPK selama empat jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Abdul Malik Haramain, diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus proyek e-KTP dengan kerugian negara rp 2,3 triliyun untuk dimintai keterangannya terkait tersangka, Markus Nari.

Menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada Wartawan, menjelaskan bahwa selain 4 saksi termasuk Abdul Malik diperiksa penyidik KPK untuk tersangka MN (Markus Nari), juga Prof Zudan, Kemendagri dijadwalkan diperiksa hari ini, Senin. Namun Zudan belum bisa hadir dan telah mengirimkan surat ke KPK dan akan dijadwalkan ulang minggu depan.

Abdul Malik Haramain pernah disebut oleh jaksa KPK menerima 4.000 dollar AS dalam dua tahap. Pemberian dilakukan di ruang kerjanya di Gedung DPR RI di Jakarta. Dan Abdul Malik diduga menerima suap terkait proyek tersebut melalui anggota DPR Miryam S Haryani. Sedangkan dugaan terima suap, nama Abdul Malik Haramain tercantum dalam surat tuntutan jaksa KPK dalam perkara korupsi pengadaan e-KTP.

Meski demikian, Abdul Malik Haramain membantah dan mengaku tidak kenal dengan Anang salah satu terdakwa.

“Saya dimintai keterangan tentang pak Markus Nari. Kedua, penjelasan saya tentang pak Markus Nari sudah saya sampaikan kepada penyidik, silakan selengkapnya tanya kepada penyidik,” ujar Abdul Malij di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/6/2018).

Menanggapi hal ini, banyak suara masyarakat Probolinggo menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini, apalagi dua minggu lalu tepatnya hari Rabu (27/6/2018), Abdul Malik Haramain sebagai Cabup Probolinggo kalah suara dengan lawan tandingnya Cabup, Hj Tantriana Sari.

“Saya sangat prihatin terhadap pak Malik itu Karena selain kalah dalam pencalonan Bupati, dia juga berhenti dari anggota DPR RI dan sekarang masih diperiksa KPK dan bisa dihukum kalau terbukti bersalah, tapi apa boleh buat karena ini adalah negara hukum maka harus d proses sesuai dengan aturan yang berlaku” ujar Ahmad Zaini warga Alas nyiur Kecamatan Besuk

"Selain itu juga lebih baik KPK juga segera memberi kejelasan apakah Pak Malik itu terbukti bersalah atau tidak, agar para masyarakat lebih bijak dalam menanggapi dan tidak muncul fitnah atau isu baru di lapangan" imbuh Zaini. (Wahid)

Reporter : Muhammad
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya CortevaAgriscience Perkenalkan P36 Bekisar Benih Hibrida Baru dari Pioneer ke Petani Jagung di Jember
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda