UniqMag

Surabaya Kota Paling Nyaman Ditinggali Versi Lee Kuan Yew World City Prize

berita terkini
Tri Rismaharini saat menyapa warga Surabaya, di Balai Kota, Taman Surya, sembari memegang penghargaan Special Mention Lee Kuan Yew World City Prize 2018, Selasa (10/07)

SURABAYA, (suaraindonesia.co.id) -  Kota Surabaya terus mendapatkan penghargaan kelas dunia. Kali ini Surabaya berhasil meraih penghargaan Internasional  berupa  Special Mention Lee Kuan  Yew World City Prize 2018 di Singapura.

Kategori Special Mention di berikan ke pada empat kota , yaitu Surabaya, Indonesia yang  memiliki keunggulan pada Comfortable City, yaitu kota yang nyaman untuk ditinggali, Tokyo di Jepang keunggulan pada transportasi, Hambrug di Jerman keunggulan pada Urban Planing nya, dan Kazan di Rusia keunggulan pada  kota sport, dimana dalam waktu lima tahun ia membangun 11 lapangan bola.

Bukan tahun ini saja kota Pahlawan mengikuti ajang Internasional  tersebut, sudah dua kali dan tahun ini  Surabaya baru berhasil masuk final dalam kategori Special Mention, seperti  yang disampaikan oleh Tri Rismaharini

“ Kita ini sudah ikut dua kali dari tahun 2012, 2014, tetapi gak pernah masuk final dan alhamdulilah  tahun ini kita bisa masuk final, meskipun dapat kategori Special Mention,” jelasnya.

Penghargaan yang membanggakan bagi warga kota ini kemudian diarak dari Korem 084 Surabaya menuju Taman Surya Surabaya. Tri Rismaharini dengan penghargaan yang diterimanya  kemudian diarak dengan moibil TNI.

Setiba di Taman Surya rombongan Risma disambut oleh ratusan siswa SD dan SMP. Penghargaan tersebut kemudian dipajang di atas panggung.

“ Walau kita bukan ibu kota Negara, namun kita mampu bersaing dengan beberapa ibu kota Negara lain.  Ini belum selesai, mari kita bersama-sama memperjuangkan kehidupan yang leih baiik lagi dan saya berterimakasih atas kerja keras seluruh unsur pemerintahan Surabaya, baik petugas kuning, satpol PP,” ucap Risma saat menyapa masyarakat dari atas panggung.

Kesuksesan yang telah diraih Surabaya sampai hari ini, memunculkan harapan dari warganya. Salah satunya Abdulatif yang bekerja sebagai  petugas kebersihan Balai Kota selama 20 tahun.

“ Ya, semoga dari penghargaan ini, bisa menjadi semangat bagi kita petugas kebersihan dan seluruh jajaran Pemkot untuk lebih besemangat lagi dalam bekerja”  ujarnya.

Hal senada diucapkan salah seorang siswi SMPN 40 Surabaya bernama Madania. “ Semoga Surabaya bisa tetap mempertahankan dan meningkatkan terus pretastasinya dengan lebih peduli dengan kebersihan lingkungan dan keamanan,”harapnya.(jelita)

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Seribu Lebih Calon Maba IAIN Madura Tak Lulus UMPTKIN, Ini Pesan Rektor
Berita Selanjutnya Cekcok Mulut Seorang Bapak Di Kisam Ilir OKU Selatan Tikam Anak Hingga Tewas.

Komentar Anda