UniqMag

Mahasiswa Universitas Jember Ciptakan Helm Pintar Hepinar

berita terkini
Seorang mahasiswa nampak merasakan kecanggihan helm pintar ciptaan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Jember

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)-Berawal dari pengalaman pribadi mengantuk saat berkendara hingga terjadi kecelakaan membuat Kukuh Priambodo mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Jember bersama dua orang rekannya Malikul Fanani dan Iklil Sulaiman  menciptakan Helm Pintar (Hepinar). Uniknya helm ini mampu mendeteksi pemakainya jika berada dalam keadaan mengantuk saat berkendara.

“Dulu saya bersama teman-teman pernah mengalami kecelakaan karena berkendara saat mengantuk dari Surabaya menuju Jember. Dari hal itu kemudian kami berfikir mencari solusi untuk pengendara yang mengantuk agar tidak sampai terjadi kecelakaan, hingga akhirnya lahirlah Hepinar ini,” ujar Kukuh salah satu perancang prototype Hepinar.

Menurut Kukuh, Hepinar ini dirancang dengan berbagai penyempurnaan dari helm anti kantuk yang sebelumnya sudah ada. Pasalnya dalam hepinar sudah dilengkapi dengan sensor otak dan denyut nadi. Oleh karena itu ketika pengendara terdeteksi mengantuk maka microkontroler yang ada di helm akan mengaktifkan vibrator sehingga helm bergetar.

“Jika pengendara mengantuk helm akan bergetar secara otomatis getaran tersebut akan membangunkan si pengendara,” lanjut Kukuh

Kukuh bersama rekan-rekannya juga melengkapi Hepinar dengan perangkat yang mampu mengurangi kecepatan kendaraan secara otomatis saat pengendara terdeteksi mengantuk.

“Jika pengendara mengantuk helm akan bergetar setelah itu secara otomatis kecepatan kendaraan akan berkurang sesuai dengan kecepatan tertinggi yang telah kita atur sebelumya. Selain itu sein sebelah kiri juga akan menyala sebagai kode kepada pengendara agar segera menepi untuk beristirahat sejenak,” ujar Kukuh.

Helm canggih ini juga dilengkapi dengan tombol darurat yang dapat mengirimkan pesan darurat.  Jika tertekan maka helm akan mengirimkan pesan darurat ke nomer ponsel yang telah diatur sebelumnya.

“Jika tombol tertekan baik ditekan secara sengaja ataupun tertekan karena adanya benturan (kecelakaan) maka akan helm ini akan mengirim pesan sms secara otomatis kepada keluarga. Isi dari pesan tersebut adalah titik koordinat si pengendara yang terhubung dengan google map sehingga keluarga bisa melacak keberadaan pengendara melalui GPS,” imbuh Kukuh.

Helm karyanya telah berhasil mendapatkan tiga hak paten sekaligus yaitu untuk kontrol kecepatan, pengiriman SMS Gateway otomatis serta tombol darurat.

“Kami juga akan mempresentasikan helm karya kami ini ke beberapa konfrensi tingkat internasional. Dalam waktu dekat ini kami akan ikut dalam konfrensi internasional di Istambul Turki,” pungkas Kukuh.

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Saluran Irigasi Dipindah Pabrik Semen, Petani Datangi DPRD Jember
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda