UniqMag

Petani: Tidak Ada Upaya dari Pemkab Jember Bantu Petani Untuk Membasmi Wereng !

berita terkini
Tanaman padi yang menguning dan siap panen di Kabupaten Jember dalam hitungan hari mengering dan mati setelah terserang hama wereng batang coklat

JEMBER, (suaraindonesia.co.id)-Serangan hama wereng batang coklat (WBC) telah merata di wilayah Kabupaten Jember. Serangan wereng yang menyerang batang padi ini membuat tanaman padi mengering dan mati.

Akibatnya para petani merugi biaya tanam Rp 6 juta untuk setiap hektarnya. Tidak hanya merugi petani juga berpotensi tidak bisa mendapatkan penghasilan. Potensi kerugian semakin besar jika dikaitkan dengan kegagalan petani mendapatkan penghasilan dari penjualan gabah saat masa panen tiba jumlahnya hingga puluhan juta rupiah perhektar tanaman padi.

Ironisnya meski telah merugikan petani, Ahmad Halim salah satu petani dari Desa Arjasa Kecamatan Arjasa mengaku hingga saat ini tidak ada upaya pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Jember untuk membasmi hama ganas tersebut.

 “Harusnya ada upaya pemerintah melalui stake holder terkait (Dinas Pertanian Pangan)seperti pembagian insektisida tapi saat petani bertanya ke petugas di lapangan jawabannya tidak ada anggaran,”ujarnya.

“Padahal serangan wereng batang coklat ini sudah muncul pada musim tanam tahun lalu seharusnya sudah ada langkah antisipasi dari stake holder agar musim tanam berikutnya hama ini tidak muncul lagi. Wereng inikan bisa meloncat sehingga mudah berpindah dari satu sawah ke sawah lainnya,” katanya.

Agar kegagalan panen tidak terjadi lagi yang disebabkan serangan wereng batang coklat, menurut Halim pemerintah daerah harus segera mengambil langkah cepat dengan memberikan bantuan insektisida maupun bantuan benih padi.

“ Ya harapan petani sih pemerintah daerah memberikan bantuan insektisida dan bantuan benih padi yang tahan serangan wereng untuk memutus sebaran serangan wereng,” pungkasnya.

Sebelumnya ribuan hektar lahan tanaman padi di Kabupaten Jember mengalami gagal panen akibat serangan WBC. Hama ini menyerang tanaman padi sangat cepat. Tidak sampai satu minggu lahan pertanian berhektar-hektar mengering dan mati setelah terserang hama ini.

 

Reporter : Rio Christiawan
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Diskominfo Perstik Akan Menggelar Bimtek, Sebagai Penunjang Program Smart Regency
Berita Selanjutnya Mendagri Lantik Deputi BNPP Menjadi Penjabat Gubernur NTT

Komentar Anda