UniqMag

Kapas Ajak Masyarakat Kutim Jaga Lingkungan Dari DBD

berita terkini
Heryansyah Masdar Ketua Kapas

 KUTAI TIMUR, (Suaraindonesia.co.id) - Tingginya curah hujan belakang ditengarai bisa membuat nyamuk penyebab DBD di Kutai Timur (Kutim) bisa berkembang biak dengan adanya genangan air di kaleng-kaleng dan tempat yang lainnya. Hal tersebut memuat Kami Peduli Sesama (KAPAS) mengajak masyarakat untuk bersama mencegah adanya nyamuk tersebut dengan melakukan menguras, menutup, dan mengubur barang yang sudah tidak dipakai lagi.

 

Hal tersebut disampaikan langsung ketua Kapas, Heriansyah Masdar dalam obrolan ringan Kamis (12/7/2018). Menurutnya, semua masyarakat Kutim agar untuk waspada terbadap penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk jenis Aedes Aegypti dapat berkembang di genangan air bersih. 

"Masyarakat diharapkan dapat menerapkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan," terangnya. 

Heri menjelaskan apa yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti  Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Yang kedua menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk. Selanjutnya menggunakan kelambu saat tidur dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk. 

"Selain itu kita juga menanam tanaman pengusir nyamuk serta mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. Yang terpenting menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk," pungkasnya.

Reporter : Muhammad
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya BNK Kutim Raih Penghargaan P4GN Dari BNN
Berita Selanjutnya Pastikan Keamanan, TB2 di Uji di Pantai Aquatik, Kutim

Komentar Anda