UniqMag

Tilap Dana Hibah, Kejaksaan Kubar Berhasil Pulihkan Uang Negera 13,6 Miliar 

berita terkini
Keterang Pers pengembalian kerugian uang negara sebesar Rp 3.5 miliar dari terdakwa kasus dana hibah 3 yayasan pendidikan di Kubar 

 KUTAI BARAT, (suaraindonesia.co.id) - Terkait penetapan dua tersangka baru baru ini oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar), menyangkut kasus korupsi dana hibah sebesar Rp 18,5 miliar yang mengalir di tiga yayasan pendidikan di Kubar, yakni Yayasan Pendidikan Sendawar Sejahtera, Sekar Alamanda dan Permata Bumi Sendawar.

 

Harini ini tadi Kamis (18/7/2018) bertempat di Kantor Cabang BRI Sendawar Kecamatan Melak, pada pukul 10.30 Wita, Kejaksaan Kubar melakukan konferensi pers tentang pengembalian kerugian sejumlah uang negara sebesar Rp 3.5 miliar, dari salah satu terdakwa yaitu, Prof Thomas Susadia Sutedjowijaya, pemilik Stienas Colorado  Samarinda.

"Selain itu kami juga melakukan penyitaan aset sebagai pengembalian kerugian uang negara, berupa tanah dan bangunan yang tadinya seolah olah akan digunakan sebagai bangunan sekolah, yang nantinya akan di hitung bersama pengembalian kerugian uang negera sebesar Rp 3.5 miliar. Setelah putusan hakim sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), beberapa aset dan uang tersebut dirampas untuk negera (sekiu) Pemprov Kaltim," tegas Kejari Kubar Syarif Sulaeman Nahdi, kepada wartawan.

Hal tersebut, Syarif menyatakan kualitas penanganan perkara tersebut tidak hanya dinilai dari jumlah pengembalian kerugian uang negara, tentunya kualitas ini juga diukur berdasarkan nilai keuangan negara yang berhasil dipulihkan.

"Sebelumnya ada pengambilan uang negera saat dilakukan pemeriksaan dari BPK Kaltim sebesar Rp 5.8 miliar, lalu ditambah dengan pengembalian Rp 3.5 miliar menjadi Rp 9.3 miliar kemudian ditambah dengan nilai aset berupa tanah dan bangunan yang di sita, tersisa kerugian negara yang harus dikembalikan terdakwa sebesar Rp 4,9 miliar, "tandasnya.

Tegas dia, sisa kerugian negera tersebut harus dikembalikan terdakwa." Nanti setelah mempunyai patokan hukum tetap dan apabila hakim seteju dengan kami, maka dalam waktu satu bulan yang terdakwa harus melunasinya. Jika tidak, maka sisa aset yang lainnya akan disita untuk melunasi kerugian negera," tukasnya.

Lanjut dia, sidang putusan kasus tersebut akan dilaksanakan pada 30 Juli mendatang di Pengadilan Tipikor Kaltim. "Terdakwa Profesor Thomas Susadia Sutedjowijaya dituntut pidana penjara 10 tahun dengan uang pengganti Rp 4.9 miliar. Apa bila tidak dapat membayar maka diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun, lalu terdakwa lainya, yaitu Faturrahman dikenakan tuntutan 9 tahun penjara tampa dikenakan uang pengganti," pungkasnya.

Reporter : Nur A
Editor : Sulhan Hadi
Berita Sebelumnya Pangdam IX Udayana Minta Anggota Kodim Sumba Timur Bangga dengan Profesinya
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda