UniqMag

Harga Jual Kopi Anjlok Petani OKU Selatan Menjerit

berita terkini
Petani kopi saat menjemur hasil panen biji kopi.

OKU SELATAN MUARADUA, (suaraindonesia.co.id)-Puncak musim panen Kopi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, masih berlanjut sejak April hingga bulan Agustus mendatang.

Namun ditengah musim panen petani justru mengeluh. Permasalahan harga yang tak kunjung stabil dan tidak seimbang dengan harga sembako yang terjadi sekarang ini dikeluhkan para petani

Salah satu petani yang mengeluhkan rendahnya harga kopi adalah Wanto, seorang petani warga di Desa Simpang Pancur Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan,

Wanto menuturkan harga kopi mengalami penurunan hingga Rp 3000 perkilo dari harga sebelum musim panen.

"Harga sekarang Rp 20 ribu perkilonya, padahal sebelumnya harga mencapai kisaran Rp 23 ribu,"keluhnya.

Selain turunnya harga, hasil panen komuditas petani kopi mengalami penurunan secara drastis yang diduga disebabkan cuaca pra panen yang sering terjadi hujan.

"Hasilnya juga berkurang karena tingginya curah hujan sebelum masa panen yabg sangat berpengaruh pada hasil panen,"sambungnya.

Dikatakannya, sebelumnya dalam satu hektare petani kopi dapat menghasilkan sekitar 1 ton kini hanya mencapai 5 hingga 7 kwintal. Akibat harga dan kualitas kopi tersebut membuat pendapatan petani pada musim panen saat ini berkurang.

Reporter : Sri Fitriyana
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Bupati Halmahera Selatan Lepas 193 Jamaah Calon Haji
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda