UniqMag

DIY Rangking 11 Dugaan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan

berita terkini
PPATK membeberkan dugaan potensi tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme di Indonesia.

YOGYAKARTA, (suaraindonesia.co id) -Tindak pidana kejahatan kian beragam, selain korupsi kini tindak pidana dilakukan dengan cara pencucian uang.  Sehingga dugaan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan  ( LTKM) dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.

Direktur  Pemeriksaan, Riset dan Pengembangan PPATK ( Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ), Ivan Yustiavandana secara nasional dari kurun waktu 2003 hingga Juni 2018 sebanyak 387.757 LTKM. Dan peringkat tertinggi ditempat  DKI Jakarta, disusul Jawa Barat dan ketiga Jawa Timur.

"Sedangkan D I.Yogyajakarta, berdasar analisa yang dilakukan PPATK, DIY ada di rangking 11 dengan jumlah 3,879 LTKM atau sebesar 1,20 persen secara nasional. Namun meski kecil ada kecenderungan naik" paparan Ivan seusai kegiatan Pelatihan Petugas Survey Daerah di salah satu hotel di Yogyakarta.

Ivan menambahkan meski di DIY tergolong kecil hal ini tidak bisa dipandang enteng dan perlu penanganan serius mengingat angkanya cenderung naik dari tahun ke tahun. Apalagi total nominal LTKM DIY mencapai Rp 1,6 trilyun dengan nominal transaksi tertinggi sebesar Rp 200 miliar.

Ivan juga menyebutkan dari data yang diperoleh mayoritas LTKM DIY terkait dengan tindak pidana penipuan, kemudian korupsi, perjudian, terorisme maupun narkotika. Dan mayoritas terlapor LTKM pengusaha, pengawai swasta dan pedagang.

"Ke depan semoga di DIY makin sedikit laporan ini sehingga ini berarti masyarakat DIY semakin sadar untuk tidak melakukan tindak pidana kejahatan uang" harap Ivan.

 

Reporter : Lanjar Artama
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Hingga Juli 2018, Ratusan GTT SMA/SMK di Pamekasan Belum Terima Tunjangan
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda