UniqMag

Para Pendemo Merangsak ke Halaman Kantor Walikota Bontang

berita terkini
Para pendemo mulai merangsak masuk ke halaman kantor Walikota Bontang dan menyuarakan aspirasinya

BONTANG, (Suaraindonesia.co.id) – Usai melaksanakan aksi di depan proyek PLTU Teluk Kadere, para pendemo melanjutkan aksinya di halaman Kantor Walikota Bontang. Masa aksi lebih dari 500 orang tersebut, lantas memenuhi halaman Kantor Walikota Bontang , Rabu (1/8/2018) siang tadiu.

Dalam orasinya, para pendemo meminta Walikota Bontang untuk segera memulangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tongkok yang dipekerjakan di Proyek PLTU Teluk Kadere. Kooridinator aksi, Herman Saribanong menyampaikan, pihaknya menolak secara tegas atas kehadiran TKA diwilayah Kota Bontang. Ia menilai Kota Bontang saat ini masih mampu mengerjakan proyek-proyek yang ada di kota taman.

“PT Badak dan PKT saat ini berdiri megah merupakan bukti nyata, apa pemerintah masih tidak yakin dengan kemampuan pekerja Kota Bontang,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Welder Bontang, Muhammad Syahid mengatakan walikota dibohongi oleh pengusaha. Dijelaskannya, dari data yang Ia miliki ada sekitar 103 pekerja asing yang bekerja di dalam proyek ini. Mereka bekerja di tiga perusahaan yakni di PT Chengda, PT ZPTA, dan PT D&C. menurutnya, data tersebut berbeda dengan penyampaian walikota hanya 38 orang saja sudah terdaftar di Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP).

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniani menuturkan, jika dirinya pun mengetahui lokasi hunian para TKA di Bontang. Para pekerja asing ini sengaja diungsikan sementara karena adanya demonstrasi yang digelar.

Ia mengakui jika telah memulangkan 28 TKA yang tak mengantongi izin lengkap. Dia meminta para massa untuk berdialog secara khusus.

“Walikota saja dibohongi apalagi kami orang biasa,” ujarnya saat berorasi di hadapan Walikota Neni Moerniani.

Neni mengatakan, jika pihaknya tidak bakal membiarkan pekerja asing yang dipekerjakan tak lengkap administrasi. Dia bakal menindak tegas para perusahaan yang masih mempekerjakan TKA Non-skill.

“Saya akan menindak tegas para perusahaan yang terbukti telah melanggar aturan, sanksi yang akan kami lakukan yakni mencabut izin usaha mereka jika data yang diberikan kepada kami tidak sesuai,” terang Neni. (Ismail)

Reporter : Muhammad
Editor : Anam Fanani
Berita Sebelumnya Aksi Demo, Aliansi Kaltim Bersatu Tolak TKA di Bontang
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda