UniqMag

Indikasi Air Bersih Tercemar Limbah CPO Sawit, DPRD Kubar Sidak ke PDAM Sendawar

berita terkini
20 Anggota DPRD Kubar dari Komisi Gabungan, sidak ke terminal induk Instalasi Air Bersih di PDAM Sendawar yang berlokasi di Pelabuhan Royoq

KUTAI BARAT, (suaraindonesia.co.id) – Komisi gabungan DPRD Kutai Barat (Kubar) di pimpin Ketua DPRD Kubar Jackson Jhon Tawi, melakukan Sidak ke terminal utama instalasi pengolahan air bersih milik PDAM Kubar, yang diduga tercemar limbah Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Kruing Lestari Jaya, yang berlokasi di hulu pelabuhan Royoq, Kecamatan Melak, Jumat (3/8/2018).

Kedatangan Komisi gabungan itu didampingi Dinas Linggkungan Hidup (DLH) Kubar, disambut Direktur PDAM PT Tirta Sendawar, Efraim Andorion Sunan, dikantornya Jalan Sendawar Raya, Kampung Karang Rejo, Kecamatan Barong Tongkok Kubar.

“Sesuai laporan masyarakat ke DPRD Kubar belum lama ini, kita lakukan kroscek dan kenyataannya memang terlihat ada indikasi pencemaran minyak CPO yang mengembang di permukaan air sehingga berdampak ke PDAM. Saya berharap DPRD bisa mengatasi hal ini untuk meminta perusahaan tersebut segera membenahi pengelolaan limbah agar tidak terjadi pencemaran air bersih yang distribusikan ke masyarakat se-Kota Sendawar,” ungkap Efrain kepada media ini di sela kegiatan tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kubar Lusiana Ipin menegaskan, sidak itu untuk menindaklanjuti adanya laporan warga terkait dugaan pencemaran air bersih yang dilakukan perusahaan pengolahan kelapa sawit itu. ”Sangat disayangi dengan terjadinya pencemaran minyak CPO ke PDAM. Ini menyangkut hajad hidup orang banyak yang menikmati air bersih,” tandas Ipin.

Selain itu, DPRD akan pertanyakan ke dinas terkait seperti DLH dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar, terkait penerbitan ijin operasional perusahaan tersebut. “Kami segera tindak lanjuti ke dinas terkait, kenapa ijin operasional sudah diterbitkan, sementara dokumen Amdal dan IUP Operasi Produksi belum ada. Saat dilapangan tadi sudah kita tanyakan ke DLH, katanya hanya rekomendasi saja yang mereka keluarkan, lantas kenapa perusahaan itu beroperasi kalau tidak mengantongi ijin. Naah inilah yang harus kami telusuri dan mengambil langkah tegas ke perusahan dan dinas terkait,” tegasnya.

Reporter : Nur A
Editor : Riko Sumanto
Berita Sebelumnya Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Pamekasan
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda