UniqMag

Inilah Profil Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Banyuwangi

berita terkini
Kampus Poliwangi Banyuwangi

BANYUWANGI, (Suaraindonesia.co.id) - Eka Puput Warsa, 31 tahun, terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 pada Rabu petang (1/8/2018) adalah pegawai negeri sipil  di Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Sehari-hari dia bekerja sebagai staf bagian Informasi dan Teknologi (IT).

Rektor Poliwangi Son Kuswadi membenarkan bahwa pegawai bidang IT itu dijemput Densus 88 usai sholat maghrib di kampus Poliwangi di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat. Sebanyak 30 personil Densus 88 yang sebelumnya berkumpul di Mapolres Banyuwangi mendatangi kampus Poliwangi.

Informasinya, Eka dikaitkan dengan bapaknya yang masuk daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris. Dia juga pernah tepergok menemui narapidana teroris di Lapas Banyuwangi. “Eka sudah diminta membuat surat pernyataan tidak terlibat jaringan terorisme dan dia mengaku pernah disuruh bapaknya mengantar makanan kepada napi teroris di Lapas Banyuwangi,” tutur Rektor kepada awak media.

Sementara itu, rekan-rekan kerjanya di Poliwangi mengaku tidak menduga kalau Eka bakal ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat jaringan teroris. Sebab, keseharian Eka cukup baik dan rajin bekerja. “Saya sempat kaget, padahal melihat orangnya baik,” ujar Latief, dosen Poliwangi.

Sementara itu, usai penangkapan Eka, Densus 88 bergerak menggeledah rumahnya di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon sekitar 10 kilometer dari kampus Poliwangi pada Rabu tengah malam. Penggeledahan itu disaksikan Kepala Desa Parangharjo, Panji Widodo. “Malam itu, saya sedang rapat terus dipanggil untuk menjadi saksi penggeledahan rumah warga bernama Eka,” katanya.

Eka bukan warga asli Songgon. Dia adalah pendatang asal Perumahan Taman Indah Blok O 18 RT 01 RW 07, Desa Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Probolinggo. Setelah bekerja di Poliwangi, dia menikah dengan perempuan yang tinggal di Dusun Krajan Wetan, RT 01 RW 01 Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Hal itu dibenarkan oleh tetangganya Hadiyitno. Menurutnya, Eka tidak menampakkan keganjilan dalam pergaulan sehari-hari. Selama ini, Eka aktif berkiprah sebagai sekretaris kerukunan kematian di Dusun Krajan Wetan. “Sebagai orang pendatang, dia cukup aktif dalam kerukunan kematian dan mau bergaul dengan warga lain,” tuturnya.

Hadi mengakui tidak tampak kegiatan yang aneh dari Eka. Selama ini, dia hanya terlihat berangkat bekerja dan pulang pada waktunya. “Selama tinggal di kampung ini juga tidak tampak ada yang aneh,” tandasnya.

Reporter : Wahyu Saputra
Editor : Riko Sumanto
Berita Sebelumnya Penjual Bakso di Jember Diciduk Densus 88
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda