UniqMag

Cegah Kepunahan, PT Pupuk Kaltim Launching Reintroduksi Anggrek Hitam ke Alam

berita terkini
Direktur Produksi PT Pupuk Kaltim tengah bersama Kepal Balai Taman Nasional Kutai (TNK) saat Louncing Rentroduksi Anggrek Hitam (ist)

BONTANG, (Suaraindonesia.co.id) – Anggrek Hitam masuk kategori flora terancam punah, yang dilindungi dan dilarang diperjual belikan secara bebas (kecuali hasil penangkaran). Kecantikan dan keindahan Anggrek hitam yang menjadi incaran para kolektor anggrek, sehingga walaupun termasuk flora yang dilindungi, perburuan Anggrek Hitam untuk diperjualbelikan tidak kunjung mereda.

Selain akibat perburuan di alam liar, beralihnya fungsi hutan menjadi perkebunan, persawahan dan pemukiman, semakin mengurangi jumlah tanaman anggrek hitam yang tumbuh liar. Salah satu tempat yang masih terjaga dan dijaga populasi Anggrek Hitamnya adalah di Cagar Alam Kersik Luway, Kutai Barat.

Mengambil momen Kutai Wana Raily yang dihadiri oleh kurang lebih 600 peserta, PKT bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK) melakukan Launching Reintroduksi Anggrek Hitam ke alam sekaligus penandatanganan MOU kerjasama konservasi keanekaragaman hayati antara PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dengan TNK.

Demi menjaga dan melestarikan tanaman khas kalimantan tersebut, PT PKT bekerjasama dengan TNK melakukan konservasi Anggrek Hitam, dengan metode kultur jaringan. Diharapkan dengan usaha penangkaran Anggrek Hitam ini, bisa menekan jumlah penjualan Anggrek Hitam ilegal, sehingga populasinya di alam terjaga, tetapi tetap dapat memenuhi permintaan pasar atas Anggrek hitam.

“Walaupun banyak pecinta anggrek yang mengoleksi Anggrek Hitam, tetapi kepunahan Anggrek Hitam di alam bebas tentunya merupakan suatu kerugian yang besar bagi keanekaragaman hayati Indonesia. Apalagi, kepunahan tersebut diakibatkan oleh dmand para kolektor anggrek,” kata Direktur Produksi, Bagya Sugihartana saat menyampaikan sambutan. Sabtu (4/8) pagi.

Dijelaskan Bagya, usaha konservasi ini telah mendapatkan Izin Usaha Penangkaran Anggrek Hitam yang dilindungi dari Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. serta izin pengedar tumbuhan dan satwa liar atau bagian-bagiannya yang dilindungi undang-undang hasil penangkaran.

“Jumlah anggrek hitam yang akan direintroduksi ke TNK berjumlah 1000 buah. Semuanya hasil perbanyakan secara kultur jaringan di laboratorium Kultur Jaringan PT. Pupuk Kaltim,” tukasnya. (Ismail)

Reporter : Muhammad
Editor : Farhan Jordan
Berita Sebelumnya Inilah Profil Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Banyuwangi
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda