UniqMag

Hari Konservasi Alam Nasional, PKT Retribusi 1000 Pohon Anggrek Hitam

berita terkini
Direktur Produksi PT Pupuk Kaltim, Bagya Sugihartana tengah bersama Kepala Balai TNK, Nur Patria Kurniawan saat menandatangani Nota Kesepahaman Konservasi Anggrek Hitam di TNK (ist)

BONTANG (Suaraindonesia.co.id) – Dalam rangka Road to Hari Konservasi Alam Nasional 2018 PT Pupuk Kaltim bersama Balai Taman nasional Kutai (TNK) melaksanakan reintroduksi anggrek hitam.

Pupuk Kaltim telah lama melakukan kegiatan konservasi berupa pengembangbiakan anggrek hitam dengan kultur jaringan. Kegiatan konservasi ini dianggap belum lengkap apabila bibit hasil pengembangbiakan ini tidak dikembalikan ke habitat alaminya.

Selain pengembangbiakan anggrek hitam, Pupuk Kaltim juga melakukan konservasi melalui beberapa program, yakni Penurunan terumbu buatan di area Tobok Batang, dengan komitmen penurunan terumbu buatan sebanyak 500 unit per tahun, Penanaman mangrove di Kedindingan dan HGB 65, Konservasi Rusa Sambar di HP 01 serta kegiatan konservasi lainnya.

“Jumlah anggrek hitam yang akan direintroduksi ke TNK berjumlah 1000 buah. Semuanya hasil perbanyakan secara kultur jaringan di laboratorium Kultur Jaringan PT. Pupuk Kaltim,” kata Direktur Produksi, Bagya Sugihartana.

Menurutnya, selain kegiatan konservasi, Pupuk Kaltim juga telah menjadi Mitra TNK sejak 1994. Berbagai komitmen telah direalisasikan, baik kegiatan konservasi maupun in kind. Pupuk Kaltim sebagai Mitra TNK akan terus mendukung kegiatan konservasi keanekaragaman hayati, baik di kawasan TNK maupun di kawasan konservasi Pupuk Kaltim.

Ia menjelaskan, jika Anggrek Hitam merupakan salah satu tumbuhan yang terancam punah yang masih banyak dicari oleh para kolektor. Secara alami, anggrek hitam tidak mudah berkembang biak, selain bertambahnya jumlah bulb tumbuhan tersebut.

“Diharapkan melalui agenda ini masyarakat dapat menyadari pentingnya menjaga keberadaan Anggrek Hitam, lebih mengenal Anggrek Hitam, serta mengetahui bahwa Anggrek Hitam yang legal untuk diperjualbelikan adalah yang merupakan hasil penangkaran seperti Anggrek Hitam milik PT. Pupuk Kaltim,” terangnya.

Dalam kesempatannya, Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang sangat bersyukur atas apa yang telah dilakukan pihak perusahaan PT Pupuk Kaltim. Dimana retribusi Anggrek Hitam ini di nilai penting dalam pelestarian hutan khususnya di wilayah Kutim.

“Saya berharap, kedepan masyarakat lebih memelihara hutan. Jangan mengambil flora fauna yang dilindungi oleh negara, karena selain melanggar hukum juga dapat menganggu ekosistem didalam hitan itu sendiri,” katanya usai kegiatan.

Hal senada di utarakan Kepala Balai TNK, Nur Patria Kurniawan, Ia menilai pentingnya menjaga ekosistem flora fauna di hutan. Pasalnya, jika hutan mengalami kerusakan bahkan ekosistem hutan terganggu maka akan berakibat langsung kepada manusia.  

“Jika hutan gundul, maka akan terjadi gersang bahkan bisa mengakibatkan banjir. Maka dari itu, mari kita jaga bersama-sama,” tutupnya. (Ismail)

 

Reporter : Muhammad
Editor : Riko Sumanto
Berita Sebelumnya Cegah Kepunahan, PT Pupuk Kaltim Launching Reintroduksi Anggrek Hitam ke Alam
Berita Selanjutnya Unik! Sambut HUT ke-73 Hari Kemerdekaan RI, Warga Pamekasan Siapkan Tank Amphibi

Komentar Anda